3.700 Pelari Padati Rembang City Run, Momentum Kampanye "Rembang Jujur, Rakyat Makmur"

Ali Mahmudi • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 20:49 WIB
HKR JABODETABEK/RADAR KUDUS

SEMANGAT: Bupati Rembang Harno, Sekda Fahrudin bersama Ketua Umum HKR Jabodetabek Dr. Maryono finish bareng di Rembang City Run kemarin (26/7).
HKR JABODETABEK/RADAR KUDUS SEMANGAT: Bupati Rembang Harno, Sekda Fahrudin bersama Ketua Umum HKR Jabodetabek Dr. Maryono finish bareng di Rembang City Run kemarin (26/7).

REMBANG – Alun-alun Rembang berubah lautan manusia, Sabtu pagi. Sebanyak 3.700 pelari dari berbagai daerah tumpah ruah di Rembang City Run 5K 2026, event lari yang jadi kado H-1 Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang.

 

Ajang ini bukan sekadar lari pagi. Di baliknya, Pemkab Rembang menyelipkan kampanye Pariwara Antikorupsi lewat tagline "Rembang Jujur, Rakyat Makmur", gerakan yang digaungkan Bupati Harno sebagai bagian dari pendekatan edukatif menanamkan budaya antikorupsi ke masyarakat.

 

Rembang City Run digelar Himpunan Keluarga Rembang (HKR) Jabodetabek, menggandeng Pemkab Rembang dan Dewan Pengurus Korpri Kabupaten Rembang. Ini kali kedua HKR Jabodetabek dipercaya menggarap event serupa.

Ketua Umum HKR Jabodetabek, Dr. Maryono, menyebut ajang ini sebagai momentum menyalakan kesadaran warga Rembang yang merantau untuk ikut membangun kampung halaman.

"Ini menjadikan momentum kesadaran HKR di luar Rembang bagaimana membangun Rembang menjadi Rembang Jujur, rakyat makmur. Rembang dulu terkenal kota sejarah, wisata, santri. Diharapkan ke depan jadi kota jujur, kota makmur, yang membangun negara, terkenal seperti 285 tahun yang lalu," ujar Maryono.

Di luar arena lari, denyut ekonomi warga ikut terasa. Pelaku UMKM di sekitar alun-alun kebanjiran pembeli, menjadikan acara ini bukan cuma ruang olahraga, tapi juga ajang silaturahmi dan penggerak roda ekonomi lokal.

Bupati Harno menegaskan olahraga harus jadi gaya hidup, bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, pembangunan daerah tak melulu soal infrastruktur dan ekonomi, kualitas masyarakat yang sehat dan aktif sama pentingnya.

"Masyarakat yang sehat merupakan modal utama dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah," kata Harno.

Ia menyebut semangat pelari yang terus melangkah hingga garis finis sebagai simbol tekad menghadapi tantangan pembangunan, sejalan dengan tema besar Hari Jadi ke-285: "Ketahanan Pangan Tangguh, SDM Unggul, Infrastruktur Andal untuk Rembang Sejahtera."

Kejujuran Jadi Budaya, Bukan Sekadar Slogan

Sekretaris Daerah Rembang, Fahrudin, menambahkan bahwa korupsi tak cukup diberantas lewat penindakan hukum semata. Budaya antikorupsi, katanya, harus tumbuh dari kebiasaan sehari-hari.

"Korupsi tidak bisa diberantas hanya dengan penindakan. Yang tidak kalah penting adalah membangun budaya antikorupsi di masyarakat. Karena itu, nilai-nilai integritas harus terus ditanamkan dan menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari," tegas Fahrudin.

Menurutnya, budaya jujur harus ditanam sejak dari keluarga, sekolah, masyarakat, hingga penyelenggaraan pemerintahan. "Melalui berbagai kegiatan, termasuk Rembang City Run, kami terus menggaungkan semangat 'Rembang Jujur, Rakyat Makmur'. Harapannya, tagline ini tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi gerakan bersama yang tumbuh dalam budaya masyarakat," pungkasnya.

Pemkab Rembang berharap Rembang City Run bisa terus berkembang jadi agenda tahunan yang tak hanya mendorong gaya hidup sehat, tapi juga menggerakkan sektor ekonomi dan pariwisata daerah. (noe/ali)

Editor : Ali Mahmudi
hut rembang 2026 hut ke 285 kota rembang rembang city run 2026 hkr jabodetabek Rembang hari ini