REMBANG – Rumah joglo semi permanen milik Sumindar (68), warga Desa Logung RT 05/RW 02, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, ludes terbakar, Kamis (9/7/2026) dini hari. Kerugian ditaksir mencapai Rp 200 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Api pertama kali diketahui oleh Gunarti (40), anak Sumindar, sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu (8/7) malam. Saat terbangun dari tidur, ia melihat kobaran api dari arah belakang rumah. Gunarti langsung membangunkan sang ayah dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Warga sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, sebelum perangkat Desa Logung menghubungi petugas pemadam kebakaran. Tiga unit mobil damkar Kabupaten Rembang tiba di lokasi sekitar pukul 23.30 WIB dan langsung bergabung dengan warga memadamkan api.
Butuh waktu hampir tiga jam bagi petugas untuk benar-benar menjinakkan api. Kobaran baru padam pukul 02.20 WIB, dilanjutkan proses pendinginan oleh petugas Damkar.
Plt Ketua BPBD Rembang, Ahmad Lutfi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut api dipicu oleh sisa pembakaran kotoran sapi yang belum padam sempurna.
"Benar, dipicu oleh pembakaran kotoran sapi," kata Ahmad Lutfi.
Bara api yang masih menyala itu merembet ke tumpukan jerami kering di belakang rumah hingga membesar dan melahap seluruh bangunan berukuran 10 x 11 meter. Lutfi menambahkan bahwa struktur rumah yang berbahan kayu semi permanen mempercepat penyebaran api, sehingga seluruh bangunan beserta isinya tidak bisa diselamatkan.
Proses penanganan berlangsung aman dan kondusif. “Saat ini keluarga korban untuk sementara tinggal bersama kerabat terdekat sambil menunggu bantuan lebih lanjut,” tambahnya.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam menangani sisa pembakaran limbah ternak, terutama bila berdekatan dengan bahan-bahan yang mudah terbakar seperti jerami kering.(noe/ali)
Editor : Ali Mahmudi