PERBAIKAN IPAL: SPPG Tulung, Pamotan selesai menyempurnakan sistem IPAL sehingga suspend dari BGN telah dicabut.
REMBANG- Badan Gizi Nasional (BGN) secara bertahap mulai mencabut status Pemberhentian Operasional Sementara (suspend) terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Rembang yang sebelumnya terkendala masalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Hingga pekan ini, tercatat sudah 3 dari total 11 dapur produksi yang dinyatakan lolos verifikasi dan resmi diizinkan kembali beroperasi.
Ketiga fasilitas yang berhasil memulihkan status operasionalnya tersebut meliputi SPPG Sumber - Kecamatan Sumber, SPPG Tulung - Kecamatan Pamotan, serta SPPG Wonokerto - Kecamatan Sale.
Keputusan pemulihan ini diperkuat oleh terbitnya dokumen resmi BGN yang terlampir Surat Nomor 2908/D.TWS/06/2026 yang ditandatangani secara elektronik oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro.
Lewat surat tersebut, status penangguhan operasional dinyatakan dicabut setelah sarana prasarana dinilai memenuhi standar regulasi.
Menyusul langkah awal pemulihan di SPPG Sumber, dua titik lainnya yakni SPPG Tulung-Pamotan dan SPPG Wonokerto-Sale dijadwalkan akan mulai beroperasi normal secara serentak pada Senin, 8 Juni 2026.
Seiring dengan diaktifkannya kembali status operasional ketiga SPPG ini, BGN secara otomatis memulihkan penyaluran alokasi dana pemerintah yang sempat ditangguhkan. Sebagai kompensasi atas pelonggaran ini, pemerintah memperketat fungsi kontrol digital.
Setiap Kepala SPPG kini diwajibkan untuk mengirimkan laporan kepatuhan secara berkala minimal satu kali dalam sebulan melalui platform Tauwas Care. Sistem ini dirancang untuk memantau konsistensi pengelolaan sanitasi, kebersihan dapur, dan mutu operasional harian.
Heru selaku pengelola SPPG Tulung sekaligus mitra BGN membenarkan bahwa surat pencabutan suspend dari BGN memang sudah terbit per tanggal 3 Juni 2026 setelah melalui serangkaian verifikasi, termasuk pemantauan via panggilan video bersama Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN.
Ia menjelaskan bahwa aktivitas di dapur produksi sebenarnya sudah mulai berjalan sejak tanggal 4 Juni untuk melakukan berbagai persiapan teknis.
"Secara operasional kami sudah mulai sejak tanggal 4 Juni kemarin karena perlu persiapan dan rembukan menu bersama tim pengawas gizi serta kepala SPPG. Untuk proses pendistribusian makanan baru akan kami lakukan secara serentak pada Senin besok (8/6)," ujar Heru.
Pada hari Senin tersebut, SPPG Tulung ditargetkan akan menyalurkan sekitar 1.800 paket makanan bergizi. Sasaran distribusi ini mencakup masyarakat umum serta kelompok prioritas 3B, yaitu balita, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui (busui). (ali)
Editor : Ali Mahmudi