Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Banjir Rob Landa Pesisir Kaliori, Pemukiman Warga di Dua Desa Tergenang

Ali Mahmudi • Sabtu, 6 Juni 2026 | 14:28 WIB
TAMU TAK DIUNDANG: Banjir rob menggenangi dua desa di Kecamatan Kaliori, Sabtu (6/6). (DOK. RADAR KUDUS)
TAMU TAK DIUNDANG: Banjir rob menggenangi dua desa di Kecamatan Kaliori, Sabtu (6/6). (DOK. RADAR KUDUS)

REMBANG – Fenomena banjir rob akibat angin timuran kembali menerjang kawasan pesisir Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang.

Air laut yang meluap melewati tanggul tidak hanya merendam akses jalan desa sepanjang 150 meter, tetapi juga mulai masuk ke pemukiman warga di Desa Pantiharjo dan Desa Tunggulsari dengan ketinggian mencapai 20 hingga 30 sentimeter. 

Kondisi ini langsung memicu respons cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang serta pihak terkait untuk melakukan asesmen kedaruratan di lapangan.

Di Desa Pantiharjo, terjangan banjir rob dilaporkan mulai naik sejak Sabtu (7/6) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Luapan air laut pasang tersebut menyasar wilayah permukiman warga, khususnya di lingkungan RT 02 / RW 01.

Plt Kepala BPBD Kabupaten Rembang, Muhammad Luthfi Hakim, menjelaskan bahwa berdasarkan kronologi kejadian di lapangan, banjir rob ini dipicu oleh fenomena air laut pasang yang meluap ke daratan. 

Akibatnya, sebagian pemukiman warga dan jalan desa sepanjang kurang lebih 150 meter tergenang air berkapasitas tinggi dengan kedalaman berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter.

"Dampak kejadian sebanyak 5 rumah warga yang kemasukan air, jalan desa tergenang sepanjang kurang lebih 150 meter," terang Luthfi kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Luthfi menambahkan, beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, meski halaman rumah warga rata tergenang air.

Pihak BPBD Rembang juga langsung menerjunkan personel begitu menerima laporan.

"Upaya yang kami lakukan adalah melakukan assessment dan kaji cepat ke lokasi warga terdampak, melakukan koordinasi dengan Pemdes Pantiharjo, serta monitoring perkembangan kondisi genangan di lokasi terdampak," jelasnya.

Hingga sore hari, genangan air terpantau masih bertahan di beberapa titik, namun aktivitas harian masyarakat dilaporkan masih berjalan normal.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Tunggulsari, Kecamatan Kaliori.

Berdasarkan rekaman wawancara bersama Kepala Desa Tunggulsari, Eko Waluyo menyebutkan peninjauan lapangan sudah dilakukan bersama petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Juwana, Polsek Kaliori, serta BPBD Rembang.

Eko memaparkan bahwa banjir rob ini merupakan siklus tahunan yang kerap melanda wilayahnya saat memasuki musim timuran.

Embusan angin timur memicu ombak besar di laut yang tingginya diperkirakan mencapai 1,5 hingga 2 meter, sehingga air melompati tanggul laut yang ada di desa.

"Ini (banjir rob) tahunan. Kalau musim timuran, itu biasanya ombak besar mending (seperti) ini. Kemarin sekitar bulan Mei tanggal 23 juga sempat ada rob seperti ini," ujarnya.

Menurut Eko, luapan air laut mulai merembet masuk ke pemukiman warga dengan ketinggian genangan di dalam rumah berkisar 15 hingga 20 sentimeter. 

Area terdampak paling signifikan berada di wilayah sebelah timur SMA 3 Kaliori atau berdekatan dengan muara sungai, di mana luapan air menggenangi sepanjang jalan desa dan berdampak pada sekitar 10 Kepala Keluarga (KK).

Meskipun luapan air meluber hingga ke pemukiman dan sempat mengganggu akses transportasi, Eko Waluyo memastikan tidak ada kerusakan bangunan rumah warga yang bersifat signifikan.

Aktivitas warga, termasuk para nelayan yang baru saja pulang melaut, terpantau tetap berjalan di tengah genangan air laut.

Terkait langkah antisipasi ke depan, pihak Pemerintah Desa Tunggulsari memanfaatkan momentum turunnya petugas ke lapangan untuk mengusulkan perbaikan infrastruktur pengaman pantai.

"Langkah dari desa, tadi ada pihak BBWS Juwana untuk pengaduan. Untuk selanjutnya, koordinasi untuk ke BBWS Juwana Provinsi terkait tanggul laut yang sudah dilewati air itu," tambahnya.

Selain mengupayakan perbaikan tanggul ke tingkat provinsi, Pemdes Tunggulsari juga tengah merencanakan penyaluran bantuan sosial bagi warga yang rumahnya kemasukan air. (noe/ali)

Editor : Ali Mahmudi
#banjir rob kaliori #pantiharjo kena rob #musim timuran #dua desa di kaliori kenar rob #bpbd rembang