CEK TKP : Petugas Kepolisian dari Polsek Sumber bersama Tim Inafis Polres Rembang saat melakukan olah TKP dan evakuasi temuan kerangka manusia di kawasan hutan Desa Sukorejo, Senin (1/6).
REMBANG- Sesosok kerangka tengkorak dan tulang belulang manusia ditemukan di kawasan hutan petak 5 F 2, RPH Logede BKPH Sudo KPH Mantingan, Dukuh Jurangjero, Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber, Rembang. Penemuan yang menggegerkan warga ini terjadi pada Senin (1/6) sekitar pukul 07.30 WIB saat warga tengah bergotong-royong membersihkan lahan hutan.
Kapolsek Sumber, AKP Pujiono mengonfirmasi bahwa penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh Susilo Anung Rohmad (30), warga Desa Pelemsari. Saat sedang membabat semak belukar bersama enam rekannya, ia dikejutkan oleh penampakan batok kepala manusia tepat di hadapannya.
Karena syok dan ketakutan, Susilo langsung meninggalkan lokasi. Proses pengecekan kemudian dilanjutkan oleh dua rekannya, Ratmin (55) dan Ahmad Yusuf (22).
Setelah memastikan bahwa objek tersebut adalah kerangka manusia yang dilengkapi pakaian rusak, mereka segera melaporkan kejadian ini kepada Kepala Desa Sukorejo, Ibu Iris, yang kemudian meneruskan laporan ke Polsek Sumber.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Sumber bersama Kanit Reskrim, Kanit Provos, dan tim SPKT langsung bergerak ke lokasi sekitar pukul 10.30 WIB. Tak berselang lama, Tim Inafis, Resmob Polres Rembang, serta Tim Medis Puskesmas Sumber tiba di TKP untuk melakukan identifikasi awal.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan tulang belulang yang sudah terpisah, selembar kaos berwarna merah, serta sepasang sandal slop.
Ada fakta menarik yang terungkap dari keterangan salah satu saksi, Ahmad Yusuf. Ia mengingat bahwa pada bulan Februari 2025 lalu, saat dirinya sedang mencari pakan ternak sekitar 15 meter dari TKP, ia sempat mencium bau busuk yang sangat menyengat. Namun, saat itu ia mengabaikannya karena mengira bau tersebut berasal dari bangkai hewan hutan.
Dikonfirmasi terpisah, pihak Perhutani KPH Mantingan membenarkan adanya peristiwa penemuan kerangka manusia di dalam wilayah pemangkuan hutan mereka.
Humas KPH Mantingan, Ismartoyo menyatakan bahwa pihak manajemen telah berkoordinasi internal mengenai kejadian tersebut. Berdasarkan hasil konfirmasi dengan Wakil Administratur (Waka Adm) KPH Mantingan, wilayah dan kronologi kejadian memang sesuai dengan laporan awal yang beredar di lapangan.
"Barusan saya konfirmasi ke Pak Waka Adm, membenarkan adanya peristiwa itu. Untuk data dan peristiwanya sama (seperti laporan awal)," terang Ismartoyo kepada Jawa Pos Radar Kudus, Senin (1/6).
Meski demikian, pihak Perhutani belum bisa memberikan keterangan lebih detail mengenai dugaan aktivitas korban di dalam hutan sebelum meninggal dunia. "Untuk hasil laporan resmi, kami masih menunggu dari pihak Polsek Sumber," imbuhnya.
Hingga saat ini, Tim Medis dan Inafis belum dapat memastikan penyebab utama kematian korban. Berdasarkan kondisi fisik tulang belulang yang ditemukan, korban diidentifikasi berjenis kelamin laki-laki dan diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari tiga tahun lalu.
"Karena identitas korban belum diketahui, atas kesepakatan pihak desa dan Perhutani KPH Mantingan, kerangka tersebut kini diserahkan ke RSUD Dr. R. Soetrasno Rembang untuk dimakamkan secara layak," ujar AKP Pujiono.
Pihak kepolisian menghimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor. "Kami meminta beberapa warga di Kecamatan Sumber dan Sulang yang sempat kehilangan kerabat untuk melakukan pengecekan. Kepastian lebih lanjut masih menunggu hasil penyelidikan," pungkas Kapolsek. (noe/ali)
Editor : Ali Mahmudi