Anggaran Beasiswa Perguruan Tinggi Rembang Naik Dua Kali Lipat, Daftar Kini Lewat Website

Ali Mahmudi • Dipublikasikan Rabu, 27 Mei 2026 | 18:22 WIB
DINDIKPORA REMBANG UNTUK RADAR KUDUS

KOMITMEN: Bupati-Wakil Bupati Rembang hadiri acara Rembang of Champions dan Talkshow Pendidikan di pendopo Museum RA Kartini Rembang baru-baru ini .
DINDIKPORA REMBANG UNTUK RADAR KUDUS KOMITMEN: Bupati-Wakil Bupati Rembang hadiri acara Rembang of Champions dan Talkshow Pendidikan di pendopo Museum RA Kartini Rembang baru-baru ini .

 

REMBANG – Pemerintah Kabupaten Rembang menaikkan anggaran beasiswa perguruan tinggi dua kali lipat pada 2026. Dari Rp 520 juta tahun lalu menjadi Rp 920 juta, program ini kini menyasar lebih banyak mahasiswa, termasuk warga dari 11 desa yang jumlah sarjananya paling rendah di kabupaten.

 

Tahun lalu beasiswa diberikan kepada 56 mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN) dan 12 mahasiswa di perguruan tinggi swasta (PTS). Tahun ini kuota bertambah seiring lonjakan anggaran tersebut.

 

Kasubag Program Dindikpora Rembang, Lestarianti, menyampaikan pendaftaran beasiswa 2026 bakal beralih dari Google Form ke sistem berbasis website. "Kita masih menyiapkan website yang digunakan untuk pendaftaran beasiswa," kata Lestarianti kepada Jawa Pos Radar Kudus, Rabu (27/5).

 

Secara teknis, pendaftar membuka website Dindikpora Rembang, lalu mengunggah dokumen yang dibutuhkan. Antara lain format permohonan beasiswa, surat pertanggungjawaban orang tua, dan surat pernyataan tidak menerima beasiswa lain. Format dokumen tersebut bisa diunduh langsung setelah input data pribadi.

 

"Dindikpora ingin semua administrasi terlayani dengan baik," ujarnya.

 

Program beasiswa ini menyasar mahasiswa baru, baik jenjang D4 maupun S1, yang berasal dari keluarga kurang mampu namun berprestasi. PTN yang masuk kriteria adalah yang berada di wilayah Jawa, sedangkan PTS harus berlokasi di Kabupaten Rembang dengan akreditasi minimal B.

 

Besaran beasiswa dihitung berdasarkan uang kuliah tunggal (UKT) masing-masing penerima. 

 

"Setelah lolos seleksi tertulis, baru bisa dihitung PTN dapat berapa, PTS dapat berapa, setelah dikurangi jatah khusus desa prioritas," jelas Lestarianti.

 

11 Desa Prioritas, Kuota Dua Sarjana per Desa

 

Kebijakan ini merupakan turunan dari visi misi Bupati-Wakil Bupati Harno-Hanies, yakni satu desa satu sarjana. Dari hasil pemetaan, ditemukan 11 desa di Rembang yang jumlah sarjananya di bawah 10 orang.

 

Kesebelas desa itu meliputi Pakis (Sale), Logung dan Bogorejo (Sumber), Kajar dan Ngargomulyo (Lasem), Banyuurip dan Criwik (Pancur), Baturno dan Gilis (Sarang), Blimbing (Sluke), serta Ngasinan (Kragan).

 

"Kita berikan anak-anak asal desa tersebut akses beasiswa dari Pemkab," kata Wakil Bupati Mochamad Hanies Cholil Barro.

 

Sementara ini kuota dipatok dua orang per desa. Kepala Dindikpora Achmad Sholchan menyebut angka itu bisa bertambah jika anggaran memungkinkan. "Tiga sampai empat anak, syukur-syukur bisa tercakup," ujarnya.

 

Sejumlah calon pendaftar dari 11 desa prioritas dilaporkan sudah menyerahkan data awal, meski sebagian masih mengikuti proses jalur mandiri perguruan tinggi dan menunggu pengumuman. (noe/ali)



Editor : Ali Mahmudi
program darmasiswa rembang visi misi harno hanis prioritas di 11 desa dindikpora rembang Beasiswa kuliah gratis