PIMPIN PEMADAMAN: Kapolres Rembang AKBP M. Faizal Pratama bersama Kasatpolairud turun langsung memantau lokasi kebakaran kapal KM Wahyu Mina Barokah di dermaga PPN Tasikagung Rembang, Jumat (22/5/2026) malam.
REMBANG – Kebakaran hebat melanda kapal motor (KM) Wahyu Mina Barokah GT 47 di dermaga Pelabuhan Perikanan Nasional (PPN) Tasikagung, Kecamatan/Kabupaten Rembang, Jumat (22/5/2026) malam.
Api diduga kuat muncul akibat korsleting pada panel listrik di ruang kamar mesin, yang berada persis di bawah ruang kemudi nakhoda.
Akibat insiden ini, pemilik kapal bernama Stefanus Anam Putra, warga Perum Grand Royal Santoso, Desa Mondoteko, Rembang, mengalami kerugian materiil hingga setengah miliar rupiah.
Kasat Polairud Polres Rembang, AKP Mundhi, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.20 WIB. Kobaran api pertama kali disadari oleh seorang warga yang sedang nongkrong di warung kopi belakang kantor Satpolair.
"Saat salah satu warga buang air kecil di pinggir laut, ia melihat ada kobaran api yang masih kecil di atas kapal. Saksi langsung melapor ke piket Satpolairud," terang AKP Mundhi, Sabtu (23/5/2026).
Mendapat laporan, petugas piket bersama saksi dan penjaga malam segera mendatangi lokasi pada pukul 22.25 WIB. Di tengah kondisi cuaca yang sedang hujan, api terpantau mulai membesar di ruang mesin bagian bawah kapal.
Ironisnya, KM Wahyu Mina Barokah diketahui baru saja menyelesaikan beberapa rangkaian perbaikan. Kapal tersebut baru tiba di PPN Tasikagung pada Rabu (20/5/2026) siang setelah menjalani perbaikan lunas dan pengecatan di Juwana, Pati.
Bahkan, pada hari kejadian (Jumat, 22/5), sejak pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB, kapal masih menjalani perbaikan palka. Saat ditinggalkan oleh pekerja di sore hari, kondisi kapal dipastikan dalam keadaan aman.
Namun, pada malam harinya, bagian mesin, ruang kemudi, hingga ruang ABK yang terbuat dari kayu berlapis fiber justru ludes dilalap api.
Mendengar laporan tersebut, jajaran kepolisian langsung bergerak cepat. Kapolres Rembang AKBP M. Faizal Pratama memimpin langsung evakuasi di lapangan didampingi Kasat Polairud AKP Mundhi, Kanit Gakum, Pamapta, tim Satlantas, hingga KaSPK Polsek Rembang Kota.
Sementara itu, Kabid Damkar Rembang, Erwin Rahadyan menjelaskan armada pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 22.45 WIB. Posisi kapal yang berada di nomor empat dalam deretan dok perbaikan sempat menyulitkan petugas.
"Kami langsung melakukan isolasi agar api tidak merambat ke kapal lain yang bersandar di sebelah timur. Setelah itu baru dilakukan pemadaman total dan pendinginan," jelas Erwin.
Untuk menjinakkan api, tim gabungan menerjunkan: 2 Unit Mobil Pemadam Kebakaran, 2 Unit Mobil Water Supply Damkar, 1 Unit Mobil Water Supply BPBD. Petugas menghabiskan total 8 ritase air untuk pemadaman.
Api utama berhasil dikendalikan pada pukul 23.30 WIB, dilanjutkan dengan proses overhaul (pembongkaran material tersisa) selama 10 menit. Seluruh operasi pemadaman dinyatakan selesai total pada Sabtu dini hari pukul 01.00 WIB. (noe/ali)
Editor : Ali Mahmudi