Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Truk Tambang Masih "Jajah" Jalan Desa Sudan

Ali Mahmudi • Rabu, 13 Mei 2026 | 17:30 WIB

 

WARGA SUDAN UNTUK RADAR KUDUS
NEKAT: Truk tambang tampak masih melintas jalan Desa Sudan padahal sudah dipasang rambu larangan.
WARGA SUDAN UNTUK RADAR KUDUS
NEKAT: Truk tambang tampak masih melintas jalan Desa Sudan padahal sudah dipasang rambu larangan.
 

 

REMBANG – Kesepakatan di atas kertas kembali terbukti tak berarti. Meski rambu larangan telah terpasang dan aturan telah diperketat, truk-truk tambang bertonase besar masih leluasa merangsek masuk ke jalan pemukiman warga Desa Sudan, Kecamatan Kragan.  

 

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Kudus, aktivitas truk tambang di jalan desa masih terus berlangsung setiap hari. 

 

Padahal, papan peringatan dengan simbol larangan truk jelas terpampang di lokasi. Warga pun khawatir karena ruang hidup dan keselamatan mereka terus dikalahkan oleh kepentingan bisnis tambang.

 

Seperti dikabarkan sebelumya pada 31 Maret 2026, rapat audiensi telah digelar dengan dihadiri Pimpinan DPRD Kabupaten Rembang, Dinas ESDM, serta aparat kepolisian. 

 

Hasil kesepakatan yang dituangkan dalam Berita Acara resmi menyatakan dua hal tegas: seluruh armada tambang wajib menggunakan jalan alternatif yang telah disediakan, dan pelanggaran akan dikenai sanksi skorsing selama satu minggu bagi sopir dan armadanya.

 

Namun, realita di lapangan menunjukkan sebaliknya. Sanksi tersebut hanya omon-omon belak. Menurut seorang warga pinggir jalan di desa setempat menyatakan kekecewaan yang mendalam karena truk-truk masih bebas melintas  “Sama sekali gak ngefek,” ujar Ahwan salah seorang warga terdampak.

 

Keberadaan truk-truk tambang ini bukan sekadar soal kebisingan dan debu. Jalan desa yang tidak dirancang untuk beban berat kini terancam rusak parah, sementara keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah.

 

Jika kesepakatan yang ditandatangani pejabat tinggi saja bisa diabaikan begitu mudah, maka warga Desa Sudan benar-benar kehabisan tempat untuk mengadu. “Kami bingung mau kemana lagi harus mengadu,” tambahnya.

Pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Rembang belum memberikan keterangan hingga berita ini diunggah. (noe/ali)

 

Editor : Ali Mahmudi
#truk tambang sudan nekat beroperasi lagi #pemdes sudan #polsek kragan #dishub rembang #Satlantas Polres Rembang