Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

17 Tahun Menanti, Embung Kaliombo Akhirnya Dibangun

Ali Mahmudi • Selasa, 12 Mei 2026 | 19:12 WIB

 

 

PROKOPIMDA UNTUK RADAR KUDUS

PAPARAN: Bupati Rembang Harno membuka sosialisasi pembangunan embung Kaliombo di balai desa setempat, Selasa (12/5).
PROKOPIMDA UNTUK RADAR KUDUS PAPARAN: Bupati Rembang Harno membuka sosialisasi pembangunan embung Kaliombo di balai desa setempat, Selasa (12/5).

 

REMBANG – Penantian panjang warga Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang hampir terwujud. Embung yang dinantikan lebih dari 17 tahun akhirnya akan dibangun tahun ini oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

 

Sosialisasi pembangunan digelar di balai desa setempat, Selasa (12/5). Hadir langsung Bupati Rembang Harno, jajaran Dinas PUTR, Bappeda, unsur Forkopimcam, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua RT, hingga warga terdampak pembebasan lahan.

 

Kepala Desa Kaliombo, Ngasmin tak menyembunyikan rasa syukur. Ia sekaligus menitipkan aspirasi warga agar turut dilibatkan dalam pekerjaan konstruksi.

 

"Saya sebagai jembatan masyarakat. Nanti waktu pelaksanaan, apabila ada warga yang mau ikut bekerja bisa dikoordinir. Ada yang punya dump truk dan sebagainya, tolong bisa ikut kerja di situ," ujarnya.

 

Ngasmin juga mengingatkan warga yang hadir sebagian besar berbatasan langsung dengan area proyek, agar tidak langsung ribut di media sosial jika kelak ada masalah di lapangan. "Komunikasikan dulu dengan pelaksana, dimusyawarahkan bagaimana baiknya," tegasnya.

 

 

Ketua Tim Pelaksanaan Air Tanah dan Air Baku BBWS Pemali Juana, Ariyanto menjelaskan embung Kaliombo merupakan respons atas kondisi geografis Rembang yang relatif kering dengan ketersediaan sumber air terbatas.

 

"Keberadaannya diharapkan memberikan manfaat nyata: ketersediaan air baku, mendukung irigasi pertanian, dan membuka potensi wisata bagi masyarakat sekitar," katanya.

 

Ia berharap sosialisasi ini menjadi awal komunikasi dan kerja sama yang solid antara pemerintah pusat, daerah, dan warga demi kelancaran pembangunan.

 

 

Bupati Rembang Harno mendukung penuh aspirasi keterlibatan warga lokal. Namun ia juga mengingatkan kontraktor agar tak memanfaatkan rentang waktu yang panjang sebagai alasan untuk bekerja lamban.

 

"Kesempatan waktu tepat dan panjang, jangan terlalu santai. Kalau serius, 3–4 bulan bisa rampung. Dikasih waktu panjang agar pekerjaan leluasa sesuai tahapan dan hasilnya kuat," ungkapnya.

 

Rembang sebelumnya sudah memiliki embung di Desa Kalipang, Kecamatan Sarang. Embung Kaliombo menjadi tambahan infrastruktur ketahanan air yang diharapkan berdampak signifikan bagi kawasan sekitarnya. (noe/ali)

 

Teknis Kegiatan Embung Kaliombo

 

Volume Tampungan: 176.860,39 m³

Luas Genangan: 86.433,49 m²

Tinggi Embung: ± 11 m

Panjang Tubuh Embung: 190 m

Panjang Saddle Dam: 77,50 m

Tipe Pelimpah: Ogee

Layanan Air Baku: 11 LPS

Irigasi: 14 ha eksisting

 

Editor : Ali Mahmudi
#17 tahun menanti embung kaliombo dibangun #Bupati Harno #Rembang hari ini #DPUPR Rembang #BBWS Pemali Juana