REMBANG – Proses pengusulan sapi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden Prabowo Subianto tengah berjalan.
Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Pertanian dan Pangan, khususnya Bidang Peternakan, melakukan pendataan ternak yang memenuhi syarat.
Salah satu kandidat yang diajukan adalah sapi jenis limousin berbobot 1.065 kilogram milik Suparmin, warga Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori.
Sapi dari wilayah Rembang barat tersebut diusulkan karena telah memenuhi kriteria utama, yakni bobot di atas satu ton, kondisi fisik sehat, tidak cacat, serta telah melalui pemeriksaan kesehatan.
Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Rembang, Lulu’ Rofiana, menyampaikan bahwa sapi tersebut kini masuk tahap pengajuan data ke tingkat provinsi sebelum seleksi akhir oleh Sekretariat Negara.
Apabila terpilih, proses negosiasi harga akan dilakukan langsung antara pihak Sekretariat Presiden dengan peternak.
Ia menegaskan, kondisi sapi yang diusulkan dipastikan sehat dan bebas penyakit mulut dan kuku (PMK).
Hewan tersebut telah menjalani pemeriksaan dokter hewan serta vaksinasi.
Dalam penawaran harga nantinya, sudah termasuk pajak, biaya perawatan hingga hari pelaksanaan, transportasi ke lokasi penyaluran, hingga biaya pemotongan.
Menariknya, sapi milik warga Meteseh ini sebelumnya pernah diajukan untuk kurban presiden, namun belum terpilih karena ada kandidat lain dengan bobot lebih sesuai saat itu.
Peternak kemudian memutuskan tetap memelihara hingga tahun 2026 hingga akhirnya kembali diajukan sebagai kandidat.
Untuk lokasi penyaluran hewan kurban, biasanya ditentukan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), bukan Bidang Peternakan.
Sebagai informasi, pada Iduladha tahun lalu Presiden Prabowo memilih sapi jantan jenis simental bernama Bulki sebagai hewan kurban untuk Kabupaten Rembang.
Sapi berusia sekitar 2,5 tahun dengan bobot lebih dari 900 kilogram tersebut berasal dari Desa Bogorejo, Kecamatan Sedan.
Pemilihan sapi kurban presiden dilakukan langsung oleh Sekretariat Presiden dengan sejumlah persyaratan.
Antara lain jenis sapi harus simental, limousin, Peranakan Ongole (PO), atau Sumba Ongole (SO), berjenis kelamin jantan, berumur minimal dua tahun, sehat, tidak cacat, serta memiliki bobot minimal 800 kilogram. (noe)