Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tragis! Pergi Bantu Teman, Remaja 16 Tahun di Rembang Pulang Jadi Jenazah, Polisi Tangkap Pelaku di Pati

Ali Mustofa • Kamis, 30 April 2026 | 14:32 WIB
EVAKUASI: Evakuasi jenazah pria ditemukan di lokasi bekas tambang di Gandrirojo, Sedan, kemarin malam. (TANGKAPAN LAYAR/RADAR KUDUS)
EVAKUASI: Evakuasi jenazah pria ditemukan di lokasi bekas tambang di Gandrirojo, Sedan, kemarin malam. (TANGKAPAN LAYAR/RADAR KUDUS)

REMBANG – Warga Dukuh Nganguk, Desa Gandrirojo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, digemparkan dengan penemuan jasad seorang remaja yang terkubur di area perkebunan pada Rabu (29/4) sekitar pukul 17.30 WIB.

Korban diketahui berinisial DMF (16), warga Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kragan.

Jasad korban ditemukan di dalam lubang tanah dangkal yang telah mengeluarkan bau menyengat.

Kapolsek Sedan Iptu Suroto menjelaskan, penemuan bermula saat sejumlah warga melakukan pencarian terhadap korban di sekitar perkebunan.

Dalam proses pencarian tersebut, saksi menemukan sepasang sandal yang diduga milik korban.

Setelah menyisir area sekitar, warga melihat gundukan tanah mencurigakan yang tertutup ranting jagung dan dikerubungi lalat.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian.

Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara bersama tim Inafis Polres Rembang dan tenaga medis.

Setelah gundukan tanah dibongkar, korban ditemukan dalam posisi terlentang dengan kepala tertutup kaus yang diikat.

Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Rembang untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab kematian.

Penyelidikan polisi bergerak cepat. Kasus ini akhirnya menemukan titik terang setelah aparat berhasil mengamankan terduga pelaku pembunuhan.

Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Alva Zakya Akbar membenarkan bahwa pelaku telah ditangkap dan saat ini menjalani pemeriksaan intensif.

KBO Satreskrim Polres Rembang Iptu Widodo Eko Prasetyo menambahkan, pelaku ditangkap saat mencoba melarikan diri ke luar daerah.

Ia diamankan di wilayah Kabupaten Pati pada Kamis (30/4) sekitar pukul 04.00 WIB ketika berada di atas sebuah truk. Pelaku diketahui merupakan warga Desa Gandrirojo.

Sementara itu, suasana duka menyelimuti rumah keluarga korban di Kecamatan Kragan.

Isak tangis pecah ketika jenazah tiba di rumah duka pada Kamis (30/4) sekitar pukul 02.00 WIB setelah menjalani autopsi oleh tim forensik Polda Jateng. Korban kemudian dimakamkan pada pukul 03.00 WIB.

Remaja yang akan genap berusia 17 tahun pada Desember mendatang itu dikenal sebagai pribadi sederhana dan penurut.

Ia tinggal bersama ibu, adik, serta ayah sambungnya, dan memiliki hubungan dekat dengan ayah kandungnya yang rumahnya berdekatan.

Ayah kandung korban, Karbini, mengungkapkan bahwa putranya terakhir kali meninggalkan rumah pada Sabtu siang sekitar pukul 11.00 WIB untuk membantu temannya mengantar seseorang ke Desa Gandri.

Kekhawatiran muncul ketika korban tak kunjung pulang hingga malam, terlebih karena tidak membawa ponsel.

Keluarga menegaskan korban tidak memiliki masalah dengan pelaku. Mereka menyebut Dafa hanya berniat menolong.

Pencarian mandiri keluarga berakhir tragis ketika sang ayah menemukan sendiri jasad putranya.

Atas kejadian tersebut, keluarga meminta aparat penegak hukum memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku.

Mereka juga berharap adanya tanggung jawab moral dari pihak keluarga pelaku.

Saat ini kasus pembunuhan tersebut masih dalam proses penyidikan lebih lanjut oleh kepolisian. (noe/ali)

 
Editor : Ali Mustofa
#area perkebunan #jenazah #pembunuhan #jasad korban #polisi