Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Usai Ramai Diberitakan, Petugas Kerja Bakti Bersihkan Lokasi Relokasi Pasar Rembang

Ali Mahmudi • Selasa, 28 April 2026 | 18:42 WIB
BIDANG PASAR UNTUK RADAR KUDUS

KERJA BAKTI: Petugas pasar Rembang kerja bakti membersihkan los relokasi yang mengkrak  agar tidak terkesan mangkrak kemarin sore.
BIDANG PASAR UNTUK RADAR KUDUS
KERJA BAKTI: Petugas pasar Rembang kerja bakti membersihkan los relokasi yang mengkrak  agar tidak terkesan mangkrak kemarin sore.

 

REMBANG – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkopukm) Kabupaten Rembang bergerak cepat setelah kondisi lokasi relokasi pedagang pasar Rembang di pasar hewan Sumberjo ramai diberitakan. Petugas langsung dikerahkan kerja bakti membersihkan rumput liar yang tumbuh lebat di pelataran lokasi, Senin sore (28/4).

Kepala Bidang Pasar Dindagkopukm Rembang, Heri Martono membenarkan kegiatan itu dilakukan usai aktivitas pasar. Instruksi disebar melalui grup WhatsApp pengelola pasar.

"Sudah kita kerja baktikan. Agar tidak terkesan sugreng (rimbun)," kata Heri kepada Jawa Pos Radar Kudus, Senin sore (28/4).

Ia mengakui lokasi pasar hewan Sumberjo sempat lepas dari pantauan rutin karena terpisah dari pasar utama. Meski ada dua petugas yang berjaga saat hari pasaran, kondisi tanah yang subur membuat rumput cepat tumbuh lebat.

Sore kemarin, petugas penarikan retribusi langsung diarahkan ke lokasi untuk bersih-bersih. Kerja bakti akan terus dilanjutkan ke depannya.

"Besok dan seterusnya. Kebetulan akhir bulan mereka juga membuat laporan penarikan," ujar Heri.

Normalnya, kerja bakti dijadwalkan rutin setiap Jumat di minggu pertama setiap bulan di seluruh pasar yang dikelola Dindagkopukm.

Los relokasi di pasar hewan Sumberjo sebenarnya sudah dibangun sejak November 2025 menggunakan anggaran perubahan 2025. Pemkab Rembang menggelontorkan Rp 360 juta untuk pembangunan 96 lapak berukuran 3x3 meter, ditambah Rp 50 juta untuk persiapan teknis.

Namun lokasi itu belum bisa difungsikan. Proses relokasi pedagang masih menunggu rampungnya pembangunan pasar induk yang bergantung pada alokasi anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Untuk 2026, Pemkab telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 1 miliar untuk pengembangan pasar induk. Realisasinya menunggu kepastian APBN. Jika anggaran pusat belum turun, kegiatan berpotensi digeser karena APBD daerah juga tengah menghadapi refocusing.

Ada tiga syarat yang harus dipenuhi sebelum pedagang bisa direlokasi: lokasi baru bebas pedagang, seluruh aset lama sudah dihapus dari inventaris, dan pembangunan pasar baru tuntas. (noe/ali)

 

Editor : Ali Mahmudi
#calon tempat relokasi pasar mangkrak #proyek setengah miliar #dprd rembang #pasar rembang #dindagkop rembang