Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dari Tanah Sejarah Kartini, Gerakan “Perempuan Istimewa Mandiri Secara Ekonomi” Hadirkan Ruang Tumbuh, Berkarya, dan Berdaya

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 24 April 2026 | 18:03 WIB
Ibu Selvi Ananda Gibran (Istri Wakil Presiden RI) dan Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si. (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI) saat di acara pendirian Studio Kreasi Kartini
Ibu Selvi Ananda Gibran (Istri Wakil Presiden RI) dan Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si. (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI) saat di acara pendirian Studio Kreasi Kartini

Rembang — Dalam semangat memperingati Hari Kartini, rangkaian kegiatan Hari Kartini – Perempuan Istimewa Mandiri Secara Ekonomi diselenggarakan selama 20–22 April 2026 di Museum R.A. Kartini, Rembang, sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan ruang yang lebih inklusif, hangat, dan bermakna bagi perempuan istimewa untuk belajar, bertumbuh, dan berkarya.

Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah pendirian Studio Kreasi Kartini sebagai wadah pengembangan kreativitas bagi perempuan istimewa. Studio ini dirancang sebagai ruang pembelajaran, penguatan kapasitas, dan pengembangan diri yang memungkinkan peserta untuk mengenali potensinya, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengasah keterampilan kreatif dan digital secara berkelanjutan.

Rembang ditetapkan sebagai lokasi awal pelaksanaan program, yang selanjutnya diharapkan dapat diperluas ke Jepara dan kota-kota lain di Indonesia sebagai bagian dari pengembangan gerakan secara nasional.

Baca Juga: Peringatan Hari Kartini di SMPN 2 Batealit: Fun Game Literasi "Permainan Sedotan Emansipasi" Ajarkan Nilai Perjuangan Kartini

Kegiatan ini diinisiasi oleh Yayasan Kartini Heritage Center, yayasan yang didirikan oleh keturunan langsung R.A. Kartini, sebagai bentuk menghadirkan kembali semangat perjuangan Kartini dalam konteks masa kini. Bila dahulu Kartini memperjuangkan akses pendidikan dan kemerdekaan berpikir bagi perempuan, maka hari ini semangat tersebut diterjemahkan melalui pembukaan akses terhadap pembelajaran, kreativitas, rasa percaya diri, dan peluang menuju kemandirian ekonomi.

Rangkaian kegiatan ini turut dihadiri oleh Ibu Selvi Ananda Gibran (Istri Wakil Presiden RI) dan Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si. (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI) Kehadiran para tokoh nasional tersebut menjadi penegasan bahwa isu pemberdayaan perempuan, inklusivitas, dan penguatan kapasitas kelompok rentan merupakan bagian penting dari agenda pembangunan sosial yang berkelanjutan. 

Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah menghadirkan Studio Kreasi Kartini sebagai wadah berkreasi bagi perempuan istimewa. Studio ini diharapkan menjadi ruang belajar, ruang berproses, dan ruang bertumbuh yang dapat membuka peluang lebih luas bagi perempuan untuk mengenali potensinya, membangun rasa percaya diri, serta mengembangkan keterampilan kreatif dan digital secara berkelanjutan, harapanya Rembang menjadi kota pertama dan berkelanjutan setelah itu ke Jepara dan kota lainnya

Menurut Joddy Mulyasetya Putra, isu perempuan istimewa menjadi sangat penting hari ini karena memiliki kemiripan dengan perjuangan Kartini pada masa lalu, yaitu soal akses, kesetaraan, dan pengakuan. Bedanya, perempuan istimewa menghadapi tantangan ganda: sebagai perempuan dan sebagai pribadi yang sering kali masih dipandang sebelah mata, sehingga potensinya belum sepenuhnya dilihat.

Joddy menegaskan bahwa kesetaraan saja tidak cukup. Perempuan istimewa juga perlu dibantu agar mandiri secara ekonomi, sebab tanpa kemandirian ekonomi, ketergantungan dapat kembali melemahkan posisi mereka.

Karena itu, Yayasan Kartini Heritage Center menghadirkan program yang membantu perempuan istimewa bertumbuh melalui dunia konten kreator dan kreativitas digital, serta menggandeng Dara Sarasvati sebagai Pemantik Program karena memiliki visi yang sejalan dalam menghadirkan ruang yang lebih inklusif, hangat, dan memberdayakan.

Elisa Soegito, Direktur Perlindungan Perempuan dan Anak Yayasan Kartini Heritage Center, menegaskan bahwa pendekatan program ini lahir dari kesadaran bahwa perempuan istimewa masih menghadapi tantangan berlapis, baik dalam hal akses, ruang ekspresi, maupun kesempatan untuk berkembang.

“Perempuan istimewa sering kali masih berhadapan dengan keterbatasan akses dan stigma sosial. Karena itu, penting untuk menghadirkan ruang yang bukan hanya menerima kehadiran mereka, tetapi juga mendukung mereka untuk tumbuh, merasa dihargai, dan memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang,” ungkap Elisa.

Program ini juga diperkuat oleh kehadiran Dara Sarasvati, artis dan influencer, sebagai Pemantik Program Perempuan Istimewa Mandiri Secara Ekonomi. Keterlibatan Dara bukan hanya sebagai figur publik, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki visi dan panggilan yang sejalan dengan semangat yang dibawa Yayasan Kartini Heritage Center, yaitu menghadirkan ruang yang lebih inklusif, hangat, dan memberdayakan bagi perempuan istimewa.

Bagi Dara, gerakan seperti ini penting karena pemberdayaan tidak cukup berhenti pada simpati, melainkan harus diwujudkan dalam dukungan nyata, ruang yang aman, dan kesempatan yang benar-benar terbuka untuk berkembang. Ia melihat bahwa setiap perempuan memiliki cahaya, potensi, dan kekuatannya masing-masing, yang perlu dikenali, dihargai, dan didukung agar dapat tumbuh secara utuh.

Baca Juga: Ziarah ke Makam R.A. Kartini di Rembang, Pemkab Jepara Tutup Peringatan Hari Kartini 2026 dengan Khidmat

“Setiap perempuan punya cahaya dan potensinya masing-masing. Tugas kita adalah memastikan mereka punya ruang untuk tumbuh dan merasa didukung. Saya berharap program ini bisa menjadi awal dari lebih banyak keberanian, lebih banyak karya, dan lebih banyak perempuan yang percaya pada dirinya sendiri,” ujar Dara Sarasvati.

Kehadiran Dara sebagai Pemantik Program diharapkan tidak hanya menyalakan semangat bagi para peserta, tetapi juga membantu memperluas pesan pemberdayaan ini kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda, agar semakin banyak pihak yang melihat bahwa perempuan istimewa memiliki potensi besar untuk berkarya, berkembang, dan mandiri secara ekonomi.

Sementara itu, Aga Nugraha, Direktur Pendidikan dan Edukasi Yayasan Kartini Heritage Center, menjelaskan bahwa substansi kegiatan selama tiga hari tidak berhenti pada seremoni, tetapi diarahkan pada proses pembelajaran yang aplikatif melalui pelatihan kreator, pendampingan, serta penguatan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Pendidikan hari ini tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga soal membuka akses terhadap kemampuan yang dapat digunakan untuk kehidupan nyata. Melalui pelatihan dan pendampingan ini, kami ingin peserta memiliki ruang untuk belajar, mengenali potensi diri, dan mengembangkan kreativitasnya secara lebih percaya diri,” ujar Aga.

Dari sisi keberlanjutan program, Bachtiar Putra Arvianto, Direktur Keuangan Yayasan Kartini Heritage Center, menyampaikan bahwa gerakan ini dirancang untuk tumbuh secara bertahap dan berkesinambungan. Setelah dimulai di Rembang, program akan diperkuat di Jepara dan selanjutnya dikembangkan ke berbagai daerah lain di Indonesia.

“Program ini dirancang bukan hanya untuk satu momentum, tetapi sebagai gerakan jangka menengah yang berkelanjutan. Kami ingin membangun ekosistem yang dapat terus hidup, bertumbuh, dan memberi manfaat lebih luas, dimulai dari Rembang sebagai titik pertama, lalu Jepara, dan ke depan menjangkau wilayah-wilayah lain di Indonesia,” jelas Bachtiar.

Melalui rangkaian kegiatan 20–22 April 2026, Yayasan Kartini Heritage Center berharap dapat menghadirkan ruang yang lebih ramah dan suportif bagi perempuan istimewa untuk belajar, berkarya, dan berkembang.

Dari tanah sejarah Kartini di Rembang, langkah ini diharapkan menjadi awal dari lahirnya lebih banyak harapan, lebih banyak karya, dan lebih banyak perempuan yang tumbuh dengan percaya diri serta menginspirasi lingkungan sekitarnya.

kesuksesan acara ini juga tidak terlepas Dari dukungan Kesuksesan acara ini berbagai instansi pemerintahan. Selain Kementerian PPPA, dukungan penuh juga mengalir dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Rembang, Museum R.A. Kartini Dukungan di tingkat regional pun terlihat nyata dengan dukungan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., Bupati Rembang, H. Harno, S.E., serta perwakilan dari Anggota DPD RI Dr abdul kholik, SH, M.Si Selain dukungan dari instansi pemerintah, acara ini turut diperkuat oleh kolaborasi sektor swasta dan komunitas.

Sejumlah sponsor yang berkontribusi dalam perhelatan ini antara lain: BCA, Semen Gresik, PLN Unit Pembangkitan Rembang, Darasvara Kreasi Semesta, Universitas Terbuka Salut Kartini Rembang, Bara Foundation, IESPA, Digibuddy.ID, Holyc, LYKA Creative, LEGALNEXT, Evolve, BEPRO, selain itu juga dengan Community Partner : GEKRAFS Jawa Tengah (Gerakan Ekonomi Kreatif) dan Global Shapers Community Semarang (GSC)

Editor : Mahendra Aditya
#Studio Kreasi Kartini #pemberdayaan perempuan istimewa #ekonomi kreatif perempuan #Hari Kartini 2026 #Yayasan Kartini Heritage Center