REMBANG – Peringatan Hari Kartini 2026 terasa istimewa bagi keluarga besar Raden Ajeng Kartini.
Selain mengikuti upacara bersama kementerian di Museum RA Kartini, rangkaian kegiatan juga diisi ziarah bersama istri Wakil Presiden RI, Selvi Ananda, di makam pahlawan nasional di Desa Bulu, Kecamatan Bulu.
Ziarah berlangsung sekitar pukul 14.28 WIB dan dihadiri keluarga keturunan Kartini, Gunadi, serta Ketua Yayasan Kartini Heritage Joddy Mulyasetya yang merupakan canggah RA Kartini.
Momentum ini sekaligus menutup rangkaian kegiatan Hari Kartini tahun ini yang mengusung gagasan baru bertajuk “Kartini Inklusi”.
Joddy menegaskan, peringatan Hari Kartini tidak boleh berhenti pada simbol emansipasi semata.
Menurutnya, nilai perjuangan Kartini harus terus hidup dan relevan di setiap zaman.
Ia berharap semangat keberanian, kebijaksanaan, empati, dan perjuangan Kartini dapat ditanamkan sejak dini kepada pelajar di berbagai jenjang pendidikan.
Tahun ini, keluarga mengangkat konsep Kartini Inklusi dengan fokus pada perempuan penyandang disabilitas.
Joddy menyebut kelompok tersebut menghadapi tantangan berlapis karena selain sebagai perempuan, mereka juga memiliki kebutuhan khusus yang kerap belum mendapat ruang yang setara.
Melalui tema “Perempuan Istimewa Mandiri Secara Ekonomi, Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Cantik dan Berkarya”, keluarga Kartini ingin mendorong kesetaraan yang berlanjut pada kemandirian ekonomi.
Harapannya, perempuan dengan berbagai keterbatasan dapat memperoleh panggung untuk menunjukkan potensi dan karyanya.
Program ini turut didukung artis sekaligus kreator konten Dara Sarasvati.
Ia mengaku bangga bisa berkolaborasi langsung dalam upaya memberikan kesempatan lebih luas bagi perempuan istimewa agar dapat berkarya dan mandiri secara ekonomi.
Menurutnya, perkembangan digital membuka peluang besar bagi perempuan untuk berkarya dari mana saja.
Melalui pemanfaatan teknologi dan media sosial, perempuan diharapkan semakin berdaya dan mampu berdikari meski memiliki keterbatasan. (noe)
Editor : Ali Mustofa