Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Pergi Cari Udang Rebon, Nelayan Rembang Hilang Misterius di Laut, Begini Kronologinya

Ali Mustofa • Senin, 20 April 2026 | 09:46 WIB
DISISIR: Operasi SAR laka air melibatkan tim gabungan untuk mencari keberadaan nelayan asal desa Pangkalan, Sluke yang hilang saat melaut, kemarin. (BPBD RBG UNTUK RADAR KUDUS)
DISISIR: Operasi SAR laka air melibatkan tim gabungan untuk mencari keberadaan nelayan asal desa Pangkalan, Sluke yang hilang saat melaut, kemarin. (BPBD RBG UNTUK RADAR KUDUS)

REMBANG – Seorang nelayan asal Desa Pangkalan, Kecamatan Sluke, dilaporkan hilang saat melaut untuk mencari udang rebon.

Korban diketahui bernama Agus Sugiarto (30). 

Perahu miliknya ditemukan dalam kondisi mesin masih menyala dan berputar tanpa awak di perairan utara Pantai Pangkalan.

Sejumlah unsur langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian.

Di antaranya Basarnas Unit Siaga SAR Rembang, Polairud Rembang, Polsek Sluke, Koramil Sluke, BPBD Rembang, PMI Rembang, PSC 119, serta para nelayan setempat.

Upaya pencarian dilakukan menggunakan dua perahu karet (LCR) milik Basarnas dan BPBD, serta dibantu sekitar 10 perahu nelayan di sekitar lokasi penemuan perahu korban yang berjarak sekitar dua mil dari bibir pantai.

Koordinator Lapangan Basarnas Unit Siaga SAR Rembang, Endra Prasetya, membenarkan peristiwa tersebut.

Ia menyebut pencarian masih berlangsung dan hingga siang hari hasilnya belum ditemukan.

Peristiwa terjadi di perairan utara Pantai Pangkalan, Sluke, Kabupaten Rembang.

Berdasarkan kronologi, korban berangkat melaut pada Minggu (19/4) sekitar pukul 05.00 untuk mencari udang rebon.

Sekitar satu setengah jam kemudian, pukul 06.30, perahu korban ditemukan oleh nelayan lain dalam kondisi mesin hidup namun tanpa awak dan berputar-putar.

Temuan itu segera dilaporkan kepada nelayan lain dan diteruskan ke Basarnas untuk dilakukan pencarian.

Menurut Endra, tantangan di lapangan cukup berat karena area pencarian luas serta kondisi cuaca yang tidak menentu.

Saat ini wilayah perairan juga memasuki masa peralihan musim dari angin barat ke timur, dengan arus permukaan mengarah ke barat dan arus bawah ke timur.

Korban diduga terpeleset dan jatuh dari perahu saat melaut.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Rembang, Muhammad Luthfi Hakim, menambahkan bahwa tim reaksi cepat BPBD turut bergabung dalam operasi pencarian nelayan yang diduga tenggelam di perairan Laut Jawa tersebut.

Operasi pencarian melibatkan tim gabungan dari Basarnas, BPBD, PMI, TNI, Polri, serta masyarakat sekitar.

Ia menjelaskan pencarian telah dilakukan secara maksimal dan terkoordinasi, namun faktor alam seperti arus dan gelombang laut menjadi kendala utama yang memperluas area pencarian.

Tim berencana memperluas radius pencarian dan membagi sektor pencarian secara lebih terstruktur.

Penambahan personel serta peralatan pendukung seperti sonar atau drone juga dinilai dapat meningkatkan efektivitas pencarian.

BPBD juga mengimbau para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, termasuk menggunakan pelampung dan memantau kondisi cuaca sebelum berangkat. (noe)

Editor : Ali Mustofa
#udang rebon #rembang #tenggelam #nelayan #BPBD