REMBANG – Persiapan pemakaman Michael Bambang Hartono di kompleks keluarga Desa Godo, Kabupaten Rembang, terus dimatangkan dan kini telah mencapai sekitar separuh dari keseluruhan pekerjaan.
Tokoh industri yang juga pemilik Grup Djarum tersebut wafat di Singapura pada 19 Maret 2026.
Sejumlah pekerjaan teknis masih dikebut menjelang hari pemakaman yang dijadwalkan pada Rabu (25/3).
Berbagai kebutuhan mulai dari perlengkapan prosesi, penataan area parkir, pemasangan tenda, hingga pembenahan kondisi tanah dan pembersihan lingkungan makam terus dikerjakan secara intensif.
Penanggung jawab keamanan kompleks pemakaman, Supangkat, menjelaskan bahwa seluruh tim di lapangan bekerja maksimal agar persiapan selesai sesuai target waktu.
“Capaian saat ini sudah sekitar 50 persen. Kami tengah memfokuskan penyelesaian alat kelengkapan, penataan parkir, pemasangan tenda bagi pelayat, serta instalasi listrik oleh tim utility. Selain itu, pengerasan tanah di sekitar pusara dan pembersihan ilalang terus dilakukan demi menjaga suasana tetap tertata dan khidmat saat prosesi berlangsung,” ujarnya, Minggu (23/3).
Selain kesiapan fisik, pengamanan akses menuju lokasi juga diperkuat, khususnya dari jalur Pantura.
Area parkir dibagi dalam beberapa zona untuk memudahkan pengaturan, termasuk bagi keluarga dan tamu undangan.
Tenda berkapasitas besar juga disiapkan untuk menampung ratusan pelayat.
Michael Bambang Hartono wafat pada usia 86 tahun di Singapura, Kamis (19/3) pukul 13.15 waktu setempat.
Jenazahnya sempat disemayamkan di Grand Heaven Jakarta pada 20–22 Maret 2026, sebelum dibawa ke GOR Djarum Jati Kudus untuk penghormatan dari karyawan, relasi, dan masyarakat luas.
Rangkaian prosesi pemakaman akan diawali dengan misa pelepasan pada Rabu (25/3) pukul 08.00 WIB di GOR Djarum Jati Kudus.
Selanjutnya, jenazah diberangkatkan menuju Desa Godo pada pukul 09.00 WIB melalui jalur darat dan diperkirakan tiba sekitar pukul 10.40 WIB.
Prosesi pemakaman di pusara dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB.
Suasana duka kian terasa dengan terus berdatangannya karangan bunga sejak pagi hari.
Ratusan papan ucapan bela sungkawa berjajar dari jalur Pantura hingga area kompleks pemakaman.
Karangan bunga tersebut berasal dari berbagai pihak, mulai dari institusi perbankan seperti Bank Central Asia (BCA), perusahaan besar, hingga mitra bisnis Grup Djarum.
Pihak keamanan memastikan prosesi di area inti makam akan berlangsung secara terbatas dan penuh kekhidmatan.
Hanya keluarga inti yang diperkenankan memasuki area pusara selama prosesi berlangsung.
Kompleks pemakaman di Desa Godo ini sendiri menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi sejumlah anggota keluarga besar almarhum.
Sebelumnya, arus pelayat terus mengalir ke GOR Djarum Jati Kudus sejak jenazah disemayamkan pada Minggu (22/3).
Suasana haru menyelimuti lokasi, dengan kehadiran berbagai tokoh penting, di antaranya Direktur Utama PT Djarum Victor Rachmat Hartono, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, serta Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birton.
Jajaran Forkopimda dan keluarga besar turut hadir, termasuk istri almarhum, Ikawati Budiarto.
Ribuan karyawan dari berbagai unit kerja Djarum juga datang silih berganti, mengenakan busana putih sebagai simbol penghormatan terakhir.
Masyarakat umum pun diberi kesempatan melayat. Pihak keluarga membuka akses penghormatan sejak 22 hingga 24 Maret 2026.
Pada Senin (23/3), arus pelayat dari kalangan karyawan terus berdatangan sejak pagi hingga malam, memenuhi area GOR.
Sebelum tiba di Kudus, jenazah almarhum terlebih dahulu diberangkatkan dari Singapura ke Jakarta pada 20 Maret 2026 dan disemayamkan di Grand Heaven hingga 22 Maret.
Setelah itu, jenazah dibawa ke Kudus untuk penghormatan lanjutan.
Rangkaian prosesi akan mencapai puncaknya pada hari pemakaman di Dukuh Godo, Desa Punjulharjo, Kabupaten Rembang.
Di lokasi tersebut, almarhum akan dimakamkan sebagai sosok pengusaha besar yang telah memberikan kontribusi signifikan bagi perkembangan industri dan perekonomian nasional. (ali/dik)