Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Semarak Thong-Thonglek Rembang, Peserta Tampil Maksimal dengan Koreografi dan Kostum Ikonik

Ali Mustofa • Selasa, 17 Maret 2026 | 15:10 WIB
PENUH KREATIFITAS: Deretan kendaraan lengkap properti dan sound karnaval untuk digunakan festival Thong-Thong Lek 2026 Kabupaten Rembang. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
PENUH KREATIFITAS: Deretan kendaraan lengkap properti dan sound karnaval untuk digunakan festival Thong-Thong Lek 2026 Kabupaten Rembang. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)

REMBANG – Gelaran Festival Thong-Thong Lek Rembang 2026 berlangsung meriah dan menyedot perhatian masyarakat.

Agenda budaya tahunan ini kembali menjadi tontonan yang dinanti, sekaligus ajang bergengsi bagi 25 kelompok peserta untuk menampilkan performa terbaiknya, mulai dari alat musik tradisional hingga dukungan sound system modern yang megah.

Nuansa karnaval begitu terasa dalam festival ini. Sejak pagi, deretan kendaraan hias telah memenuhi Jalan dr Wahidin.

Tercatat sekitar 50 armada turut ambil bagian, di mana setiap grup membawa satu truk khusus untuk mengangkut perangkat sound system, diikuti rombongan pendukung beserta perlengkapan musik.

Sebelum digunakan dalam parade, seluruh kendaraan lebih dulu menjalani pemeriksaan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Rembang.

Petugas melakukan pengukuran satu per satu menggunakan meteran guna memastikan sesuai ketentuan.

Meski ditemukan beberapa kendaraan dengan ukuran melebihi batas, hal tersebut masih dalam toleransi.

Suasana semakin semarak saat para peserta melakukan uji coba perangkat audio.

Dentuman musik dan nyala lampu hias langsung menarik perhatian warga.

Tak sedikit masyarakat, baik anak muda maupun orang tua, yang berhenti sejenak untuk mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel mereka.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rembang, Prapto Raharjo melalui Subkoordinator Pengembangan Kebudayaan dan Kesenian Tradisional, Esty Mirani, menyampaikan bahwa sejak pagi panitia telah melakukan penataan peserta sesuai nomor urut, sekaligus berkoordinasi dengan Dishub untuk memastikan kelayakan kendaraan.

“Sore hari sebelum tampil juga akan dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa sweeping minuman keras dan senjata tajam setelah apel pasukan,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa (17/3).

Menurut Esty, secara umum kendaraan peserta telah memenuhi persyaratan, meskipun ada beberapa properti hias yang sedikit melebihi ketentuan.

Namun demikian, hal tersebut masih dalam batas yang diperbolehkan dan tidak mengganggu jalannya pertunjukan.

Untuk penggunaan sound system, panitia juga telah menetapkan batasan.

Setiap grup maksimal menggunakan delapan subwoofer agar kualitas suara tetap optimal namun tidak berlebihan, sehingga bisa dinikmati baik oleh penonton di depan maupun di belakang.

Esty juga memberikan apresiasi terhadap antusiasme peserta yang tampil dengan persiapan matang.

Meski kompetisi ini menampilkan kemegahan sound system, penilaian utama tetap terletak pada aransemen musik, penggarapan lagu, vokal, koreografi, busana, serta aspek keamanan dan ketertiban.

Setiap grup dijadwalkan tampil selama 10 menit, termasuk waktu persiapan.

Parade akan dimulai dari perempatan Zaeni pada pukul 20.00 WIB, diawali dengan seremoni pembukaan. Seluruh rangkaian penampilan diperkirakan berlangsung hingga Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

“Peserta benar-benar mempersiapkan koreografi dengan sangat baik,” pungkasnya. (noe)

Editor : Admin
#sound system #rembang #Thong-Thonglek #musik tradisional #festival