REMBANG – Suasana Kabupaten Rembang dipastikan semarak pada Selasa malam (17/3) dengan digelarnya perhelatan Thong-Thonglek 2026.
Sebanyak 25 kelompok peserta akan ambil bagian dalam parade musik tradisional yang dipadukan dengan kreativitas dan nuansa budaya khas daerah.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran bintang tamu penyanyi dangdut Sekar Dirgantara bersama Warastra Music yang siap menghibur masyarakat.
Alunan musik bambu akan menggema di sepanjang jalan, menyatukan semangat tradisi, kreativitas, dan kebersamaan warga.
Acara ini juga akan dipandu oleh MC Edi Mananta dan Evina yang diharapkan mampu menghidupkan suasana menjadi lebih meriah dan penuh energi.
Para peserta tampil dengan konsep unik dan penuh karakter.
Kostum yang dikenakan mengusung gaya klasik, khususnya era 1970 hingga 1990-an, dengan warna-warna mencolok dan desain ikonik.
Baik kostum pria maupun perempuan dirancang menarik untuk menambah daya tarik pertunjukan.
Panggung utama telah berdiri di kawasan perempatan Zaeni.
Sementara titik start berada di sisi barat perempatan tersebut, kemudian peserta akan melintasi rute menuju Jalan Kartini, Jalan Pemuda, hingga berakhir di Gedung Haji.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rembang, Prapto Raharjo, menyampaikan bahwa persiapan acara telah dilakukan secara matang.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung agar kegiatan berjalan lancar.
“Mohon doa dan dukungan semua pihak. Kami sudah berkoordinasi dengan Polres dan Kodim agar acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif,” ujarnya.
Dari sisi pengamanan, aparat kepolisian akan melakukan pemeriksaan terhadap peserta guna memastikan tidak ada barang terlarang seperti senjata tajam maupun minuman keras.
Hal ini dilakukan demi menjaga suasana tetap aman dan nyaman.
Selain hiburan, panitia juga menaruh perhatian pada kebersihan lingkungan.
Kantong sampah (trash bag) telah disediakan di sepanjang rute acara agar pengunjung dapat langsung membuang sampah setelah menikmati makanan atau minuman.
“Festival ini milik bersama, sehingga menjaga kebersihannya juga menjadi tanggung jawab bersama,” tegas Prapto.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang turut menyiapkan langkah penanganan sampah usai acara. Bersama UPT terkait, mereka berkomitmen memastikan kondisi jalan kembali bersih pada pagi hari setelah kegiatan selesai.
Kabid Pengelolaan Sampah DLH Rembang, Wahyudi Istiyanto, menyebut pihaknya akan langsung melakukan pembersihan setelah sahur.
“Rencananya sahur on the road, setelah itu langsung dilakukan pembersihan,” pungkasnya. (noe)
Editor : Admin