Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tanah Ambles Setiap Hari, Warga Kaliori Rembang Hidup dalam Kekhawatiran

Ali Mustofa • Jumat, 27 Februari 2026 | 11:02 WIB

DITANGANI: Kondisi tanah amblas di Gunungsari semakin parah. Warga terdampak menerima sembako bentuk dukungan pemerintah.
DITANGANI: Kondisi tanah amblas di Gunungsari semakin parah. Warga terdampak menerima sembako bentuk dukungan pemerintah.

REMBANG – Peristiwa tanah ambles di Dusun Gobok, Desa Gunungsari, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, terus menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rembang, pergerakan tanah tercatat mencapai panjang sekitar 62 meter dengan estimasi total kerugian hampir Rp200 juta.

Meski demikian, warga terdampak memilih tetap bertahan di rumah masing-masing dan menerima bantuan sembako sebagai bentuk dukungan.

Baca Juga: MBG Banyak Keluhan, PGRI Rembang Soroti Kinerja Pengawasan

Bencana tersebut telah berlangsung sekitar 40 hari sejak pertama kali terjadi pada 18 Januari 2026.

Pergerakan tanah berlangsung secara bertahap dan dilaporkan semakin parah setelah hujan deras mengguyur wilayah itu pada 23 Februari 2026.

Curah hujan yang tinggi memicu kondisi tanah menjadi labil dan mudah bergerak.

Akibatnya, empat rumah warga serta satu kandang ternak mengalami kerusakan.

Pemerintah Kabupaten Rembang pun segera melakukan langkah penanganan setelah kejadian tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Rembang, Muhammad Luthfi Hakim, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan struktur tanah menjadi gembur sehingga memicu pergerakan.

“Curah hujan tinggi membuat kontur tanah menjadi tidak stabil. Tercatat sekitar 62 meter tanah mengalami penurunan,” jelasnya.

Baca Juga: Parade Budaya Thong-Thonglek Rembang Kembali Digelar, Usung Konsep Klasik, Catat Tanggal dan Penilaiannya

Hasil asesmen sementara menunjukkan total kerugian mencapai sekitar Rp192 juta.

Rumah milik Darto dilaporkan mengalami penurunan sekitar dua meter dengan estimasi kerugian Rp90 juta.

Kerusakan kandang ternak milik Sukarji ditaksir mencapai Rp12 juta.

Sementara itu, rumah milik Lukman Arif mengalami kerusakan pada bagian pondasi dan retakan dinding dengan perkiraan kerugian Rp10 juta.

Rumah Umbarno mengalami kerusakan pada kamar mandi serta kandang dengan nilai kerugian sekitar Rp50 juta, sedangkan rumah Suwarni mengalami retak pada dinding lantai dua dengan estimasi kerugian Rp30 juta.

Baca Juga: Menu Bubur Kacang Ijo Diduga Berbelatung, Menuai Protes Keras Warga Rembang

BPBD Rembang telah melakukan pendataan terhadap warga terdampak serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan organisasi perangkat daerah terkait guna menentukan langkah penanganan lanjutan.

pergerakan tanah masih terjadi, sebagian warga memilih tidak mengungsi karena kerusakan bangunan sebagian besar berada di bagian belakang rumah.

Sebagai upaya membantu kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat, lima keluarga terdampak telah menerima bantuan sembako dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Rembang.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan deras yang berpotensi mempercepat pergerakan tanah dan memperparah kondisi di lokasi terdampak.

Salah satu perwakilan keluarga korban, Chorik, mengungkapkan bahwa pergerakan tanah terjadi secara terus-menerus sejak pertengahan Januari dan semakin parah setelah hujan lebat beberapa waktu lalu.

“Amblesnya terjadi setiap hari, bahkan tiap beberapa menit terasa ada pergerakan. Bagian belakang rumah ayah saya sudah turun, kamar mandi sekarang posisinya lebih rendah dari bangunan utama,” ujarnya.

Hingga kini, BPBD Kabupaten Rembang masih melakukan pemantauan rutin di lokasi serta menyiapkan langkah antisipasi guna mengurangi risiko lanjutan bagi masyarakat di sekitar area terdampak. (noe)

 
Editor : Ali Mustofa
#kaliori #masyarakat #rembang #tanah ambles #BPBD