Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sinta Nuriyah Hadiri Imlek di Lasem, Serukan Penguatan Toleransi dan Kebangsaan

Zainal Abidin RK • Kamis, 26 Februari 2026 | 17:44 WIB

DIALOG: Sinta Nuriyah Wahid menyampaikan dialog kebangsaan bertema “Puasa Berbalut Bencana dan Goyahnya Demokrasi” di Klenteng Tjoe An Kiong, Dasun, Lasem, Rabu (25/2).
DIALOG: Sinta Nuriyah Wahid menyampaikan dialog kebangsaan bertema “Puasa Berbalut Bencana dan Goyahnya Demokrasi” di Klenteng Tjoe An Kiong, Dasun, Lasem, Rabu (25/2).

REMBANG – Sinta Nuriyah Wahid menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Klenteng Tjoe An Kiong, Dasun, Lasem, Rabu (25/2). Dalam kesempatan tersebut, istri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu mengajak masyarakat menjaga toleransi dan memperkuat nilai kebangsaan.

Selain menghadiri perayaan Imlek, Sinta Nuriyah juga mengisi dialog kebangsaan bertema “Puasa Berbalut Bencana dan Goyahnya Demokrasi”. Kegiatan berlangsung sekitar pukul 17.00 hingga 19.00 dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus klenteng, panitia Imlek, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Turut menyambut Kapolres Rembang AKBP M. Faisal Pratama dan Dandim 0720/Rembang Letkol Arm Winner Fradana Dieng.

Dalam sambutannya, Sinta Nuriyah menekankan pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan semangat kebhinekaan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca Juga: Menu Bubur Kacang Ijo Diduga Berbelatung, Menuai Protes Keras Warga Rembang

“Persatuan dan kebhinekaan harus terus dijaga di tengah berbagai tantangan kebangsaan,” pesannya di hadapan para tamu undangan.

Kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama tokoh agama dan masyarakat. Selama acara berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif dengan pengamanan aparat gabungan.

Pada Kamis (26/2) dini hari, Sinta Nuriyah melanjutkan agenda sahur bersama warga di Rumah Merah Heritage, Jalan Karangturi IV/5 Lasem.

Pembina lembaga yang menaungi tiga klenteng di Lasem—Tjoe An Kiong, Poo An Bio, dan Gie Yong Bio—Rudy Hartono mengatakan, rangkaian kegiatan tersebut bertujuan memperkuat semangat persatuan dan anti kekerasan.

“Substansi acara pada hakikatnya adalah kampanye semangat persatuan, kerukunan, persaudaraan, dan anti kekerasan,” ujarnya.

Baca Juga: Sandal dan Alat Pancing Jadi Petunjuk, Bocah 8 Tahun di Rembang Ditemukan Tenggelam di Embung

Sementara itu, pegiat Yayasan Lasem Heritage, Agni Malagina, menilai materi yang disampaikan Sinta Nuriyah banyak menyoroti Islam dalam perspektif kebangsaan. Ia menyebut penyampaian dilakukan dengan bahasa sederhana dan relevan dengan isu nasional terkini, seperti kepemimpinan dan politik.

Agni juga menilai sahur bersama menjadi agenda yang unik. Jika kebanyakan tokoh menggelar buka puasa bersama, Sinta Nuriyah justru memilih sahur bersama masyarakat.

Menurutnya, pesan-pesan yang disampaikan selaras dengan karakter Lasem sebagai daerah multikultural yang dikenal dengan keberagaman budaya dan tradisinya.

Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat semangat kebhinekaan di tengah masyarakat Lasem. (noe)

Editor : Zainal Abidin RK