RADAR KUDUS - Mimpi buruk harus diterima PSIR Rembang.
Kekalahan 0-2 dari Persak Kebumen berbuntut panjang dan berujung hukuman berat dari PSSI Jawa Tengah.
Komite Disiplin PSSI Jateng menjatuhkan total 10 sanksi kepada klub berjuluk Laskar Dampo Awang tersebut akibat insiden kericuhan dan pelanggaran serius yang terjadi usai pertandingan.
Keputusan ini menjadi salah satu hukuman paling berat dalam kompetisi Liga 4 Indonesia musim 2025/2026.
Sanksi Terberat: Diskualifikasi dan Denda Rp40 Juta
Dalam hasil sidang Komite Disiplin, PSIR Rembang dinyatakan melakukan pelanggaran regulasi dan disiplin berupa invasi lapangan serta kerusuhan.
Keputusan yang dijatuhkan:
- Diskualifikasi dari kompetisi Liga 4 2025/2026
- Denda sebesar Rp45 juta
- Hukuman 6 pertandingan kandang tanpa penonton pada kompetisi Liga 4 berikutnya yang diikuti
Tak hanya itu, klub juga dinilai lalai dalam bertanggung jawab atas perilaku buruk suporter yang melakukan pelemparan botol air mineral ke lapangan.
Atas pelanggaran tersebut, PSIR kembali dikenai denda Rp5 juta.
Panpel Dihukum Seumur Hidup
Sanksi paling keras dijatuhkan kepada Abdul Rohman selaku panitia pelaksana (panpel) PSIR Rembang yang bertugas sebagai Safety and Security Officer (SSO).
Ia terbukti berlari ke arah wasit sesaat setelah peluit akhir dibunyikan, lalu melakukan pemukulan dan tendangan terhadap perangkat pertandingan.
Keputusan Komdis:
- Larangan seumur hidup memasuki stadion
- Larangan terlibat dalam aktivitas sepak bola dalam bentuk apa pun
Hukuman ini menunjukkan sikap tegas federasi terhadap kekerasan terhadap wasit.
Deretan Sanksi Berat untuk Pemain PSIR
Kericuhan tak berhenti di level panitia. Sejumlah pemain PSIR Rembang juga menerima hukuman berat.
Rudi Santoso
Terbukti melakukan protes berlebihan dan dengan sengaja menyentuh organ vital wasit.
Sanksi: Skorsing 3 tahun dan denda Rp10 juta.
Hairul
Melakukan pemukulan pada bagian belakang kepala pemain lawan.
Sanksi: Skorsing 1 pertandingan dan denda Rp10 juta.
Kesuma Satria Y.
Melakukan protes keras, mencubit, dan menginjak kaki wasit.
Sanksi: Skorsing 1 tahun dan denda Rp5 juta.
Ahmad Dani Maulana
Terbukti melakukan provokasi kepada penonton untuk turun ke lapangan dengan gestur tangan.
Sanksi: Skorsing 1 tahun dan denda Rp5 juta.
Ammar Dzakwan
Memiting wasit setelah peluit akhir pertandingan.
Sanksi: Skorsing 1 tahun dan denda Rp5 juta.
Renafi Septian
Menghampiri wasit dan melakukan protes yang mengarah pada intimidasi.
Sanksi: Skorsing 6 bulan dan denda Rp3 juta.
Muhammad Diva Maulana
Melakukan tindakan serupa berupa intimidasi terhadap wasit.
Sanksi: Skorsing 6 bulan dan denda Rp3 juta.
Pukulan Telak bagi Masa Depan PSIR
Dari berbagai sumber terkini, keputusan ini diambil sebagai bentuk komitmen PSSI Jateng dalam menegakkan disiplin dan menjaga integritas kompetisi.
Diskualifikasi ini bukan hanya merugikan klub secara finansial, tetapi juga berdampak pada masa depan para pemain dan reputasi PSIR Rembang di kancah sepak bola nasional.
Hukuman tanpa penonton dalam enam laga kandang berikutnya juga diprediksi akan memengaruhi pemasukan dan dukungan moral tim.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa sepak bola bukan sekadar soal menang atau kalah, melainkan juga tentang sportivitas dan tanggung jawab semua pihak, mulai dari pemain, ofisial, hingga suporter.
Kini, PSIR Rembang harus menerima konsekuensi pahit tersebut dan melakukan evaluasi menyeluruh jika ingin kembali bangkit di musim berikutnya.
Editor : Mahendra Aditya