Pulau Kecil Rembang Kian Langka, Pulau Gede Jadi Harapan Terakhir Pesisir Kaliori, Ini yang Dilakukan Pemkab

Redaksi Radar Kudus • Dipublikasikan Sabtu, 7 Februari 2026 | 11:54 WIB

 

BUTUH PERHATIAN: Pulau Gede Rembang yang kondisi semakin berkurang akibat abrasi.
BUTUH PERHATIAN: Pulau Gede Rembang yang kondisi semakin berkurang akibat abrasi.

REMBANG – Keberadaan Pulau Gede di perairan Kaliori, Kabupaten Rembang, kian mengkhawatirkan.

Pulau kecil yang selama ini berfungsi sebagai pelindung alami garis pantai tersebut terus mengalami penyusutan akibat abrasi yang tak kunjung tertangani secara menyeluruh.

Jika kondisi ini dibiarkan berlarut, Pulau Gede dikhawatirkan akan mengalami nasib serupa dengan Pulau Marongan yang kini sudah lenyap dari peta.

Baca Juga: Sekolah Rakyat Sulang Rembang Dibangun, Bupati Harno Sinyalkan Kebutuhan Banyak Guru

Kekhawatiran itu mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Kaliori yang digelar di Pendopo Kecamatan setempat, belum lama ini.

Isu penyelamatan Pulau Gede menjadi salah satu sorotan utama, mengingat posisinya yang strategis sebagai benteng alam pesisir Kaliori hingga wilayah Rembang.

Tokoh masyarakat Desa Wates, Harjono, menyampaikan peringatan tegas terkait kondisi geografis wilayahnya.

Ia menegaskan bahwa Pulau Gede memiliki peran vital dalam meredam hempasan angin barat maupun angin timur yang berpotensi merusak daratan utama.

“Pulau ini benteng alami. Abrasi yang terjadi sekarang harus mendapat perhatian serius. Pulau Marongan sudah hilang, dan Pulau Gede kondisinya kini tinggal separuh,” ujarnya.

Harjono mendorong adanya langkah penanganan yang bersifat permanen dan terukur.

Baca Juga: PSIR Rembang Tekuk Persebi 1-0, Amankan Tiket Semifinal Liga 4 Jateng dan Putaran Nasional

Menurutnya, pembangunan infrastruktur teknis seperti jetty atau pemecah ombak berbentuk huruf U bisa menjadi solusi efektif untuk menahan laju abrasi.

Selain berfungsi melindungi pulau, infrastruktur tersebut juga dinilai membuka peluang pengembangan Pulau Gede sebagai destinasi wisata yang lebih tertata dan bernilai ekonomi.

Menanggapi kegelisahan warga, Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga sisa aset pesisir yang ada.

Ia mengakui bahwa keberadaan pulau-pulau kecil di Rembang semakin terbatas.

“Pulau Gede ini eman, sayang sekali kalau sampai hilang. Sekarang yang tersisa hanya Pulau Gede dan Pulau Siwalan,” kata Gus Hanies, sapaan akrabnya.

Baca Juga: Masuk Semifinal Liga 4 Jateng, PSIR Rembang Fokus Lawan Persak Kebumen

Meski kewenangan pengelolaan pulau-pulau kecil berada di tingkat provinsi, Gus Hanies menegaskan Pemkab Rembang tidak akan berpangku tangan.

Sebagai langkah awal, ia mendorong upaya konservasi berbasis partisipasi masyarakat.

Salah satu solusi jangka pendek yang dinilai realistis adalah penanaman mangrove secara masif di kawasan Pulau Gede.

Ia mengajak relawan, komunitas lingkungan, serta perangkat desa untuk terlibat langsung dalam gerakan tersebut.

“Bisa kita kirim relawan untuk nandur bareng-bareng. Konsepnya wisata sambil konservasi di Pulau Gede,” ujarnya.

Langkah ini diharapkan tidak hanya menahan abrasi, tetapi juga menjadi sinyal kuat bagi pemerintah provinsi maupun pusat agar memberi perhatian lebih terhadap perlindungan kawasan pesisir Rembang.

Dengan sinergi berbagai pihak, fungsi ekologis sekaligus potensi ekonomi Pulau Gede diharapkan tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. (noe)

 
 
 

 

Editor : Ali Mustofa
pulau gede masyarakat rembang abrasi garis pantai