Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

LPJU Padam, Jalur Wisata Religi Lasem Rembang Gelap Gulita Berbulan-bulan, Pengguna Jalan Waswas

Redaksi Radar Kudus • Jumat, 30 Januari 2026 | 11:11 WIB

 

BUTUH PENANGANAN: Potret alun-alun di kawasan Kota Pusaka Lasem saat malam hari kondisinya gelap akibat LPJU korsleting.
BUTUH PENANGANAN: Potret alun-alun di kawasan Kota Pusaka Lasem saat malam hari kondisinya gelap akibat LPJU korsleting.

REMBANG – Citra kawasan Kota Pusaka Lasem yang selama ini dikenal sebagai tujuan wisata religi kian memudar.

Jalur pantura dari Jembatan Bagan hingga Pertigaan Nasriyah kini diselimuti kegelapan dalam beberapa bulan terakhir menyusul padamnya lampu penerangan jalan umum (LPJU).

Kondisi tersebut memicu keluhan warga dan pengguna jalan, lantaran dinilai rawan kecelakaan, terlebih di sepanjang ruas itu banyak terdapat lubang jalan berukuran cukup besar.

Baca Juga: Main Tempo Tinggi, PSIR Rembang Lolos 8 Besar Usai Cetak Tiga Gol

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus, Rabu malam (28/1), menunjukkan sebagian besar badan jalan di sisi kanan dan kiri nyaris tanpa pencahayaan.

Hanya beberapa titik lampu yang masih menyala di sisi kiri jalur dari arah Rembang menuju Pertigaan Nasriyah.

Padahal kawasan tersebut merupakan lintasan vital yang setiap hari dilalui kendaraan logistik serta bus pariwisata yang hendak menuju destinasi religi Masjid Jami Lasem.

Kepala Bidang Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Rembang, Untung Buntaran, membenarkan kondisi tersebut.

Ia mengungkapkan, hasil pemeriksaan tim teknis di lapangan menemukan sejumlah kejanggalan pada instalasi LPJU yang tidak sesuai dengan standar Kementerian Perhubungan.

“Instalasi kabel tanam dan material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi. Di setiap tiang juga tidak ditemukan pengaman listrik berupa MCB. Seharusnya komponen itu ada, sehingga ketika terjadi korsleting, tidak semua lampu langsung padam,” jelas Untung.

Baca Juga: Ini Kata DLH Rembang Soal Perizinan PT Tirta Yasa Group

Ia menambahkan, faktor cuaca turut memperparah kondisi. Hujan yang mengguyur kawasan tersebut kerap memicu korsleting karena kabel tidak dilengkapi pelindung memadai.

Selain itu, posisi lampu yang tidak tegak membuat air hujan mudah merembes ke sela instalasi.

Kabel bawah tanah pun ditemukan tanpa pipa pelindung paralon, sementara sambungan antar kabel tidak terisolasi dengan baik.

“Dengan kondisi seperti ini, perbaikannya tidak bisa setengah-setengah. Harus dilakukan perombakan total,” tegasnya. (noe)

Editor : Ali Mustofa
#wisata religi #rembang #kota pusaka lasem #lpju #pengguna jalan #pengendara