Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kondisi Memprihatinkan, Ratusan Lubang Jalan Hiasi Pantura Kaliori hingga Kota Rembang, Begini Penampakannya

Redaksi Radar Kudus • Kamis, 22 Januari 2026 | 10:32 WIB

BAHAYA: Lubang jalan di dekat gapura Dukuh Paloh-Wates Purworejo Kaliori membahayakan pengguna jalan.
BAHAYA: Lubang jalan di dekat gapura Dukuh Paloh-Wates Purworejo Kaliori membahayakan pengguna jalan.

REMBANG – Kondisi jalan berlubang di jalur Pantura Kaliori hingga Perempatan Pentungan, Kabupaten Rembang, kian mengkhawatirkan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Sepanjang kurang lebih 12 kilometer ruas jalan tersebut, tercatat terdapat lebih dari 311 lubang yang menganga dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Pantauan Jawa Pos Radar Kudus menunjukkan, kerusakan jalan mulai terlihat sejak ruas jalan cor di Pantura Desa Tambakagung hingga pertigaan Desa Dresi.

Baca Juga: Apresiasi Nasabah, Bank Jateng Rembang Serahkan Hadiah Tabungan Bima

Lubang-lubang juga tampak sebelum Jembatan Tasikharjo. Sebagian lubang berada tepat di area marka jalan.

Meski ada beberapa titik yang baru saja ditambal, masih banyak lubang kecil dengan kedalaman cukup berbahaya.

Kondisi ini sangat rawan bagi pengendara sepeda motor. Jika kurang waspada saat mendahului kendaraan di depannya, pemotor berisiko terperosok ke dalam lubang dan terjatuh.

Kerusakan paling parah terlihat saat memasuki wilayah Purworejo, tepatnya di Dukuh Paloh.

Lubang jalan tampak merata mulai tikungan depan gerbang Dukuh Paloh hingga mendekati gerbang Dukuh Wates.

Diameter lubang bahkan ada yang hampir mencapai satu meter dengan kedalaman sekitar 15 sentimeter.

Baca Juga: Gabungan Advokat Rembang Laporkan Akun Medsos Penyebar Ujaran Kebencian Kepada Keluarga Gus Yaqut

Banyak kendaraan, baik truk maupun mobil pribadi, terpaksa menghindari lubang dengan cara berpindah jalur secara mendadak.

Kondisi tersebut kerap memicu kecelakaan lalu lintas. Aris, warga Purworejo, mengungkapkan bahwa hampir setiap hari ada pemotor yang mengalami kecelakaan di kawasan tersebut.

“Selain karena masuk lubang, sering juga karena menghindari kendaraan lain. Senin kemarin saja sejak pagi ada lima pemotor yang jatuh,” ujarnya.

Tidak hanya sepeda motor, mobil pribadi pun kerap menjadi korban, terutama pada malam hari.

Minimnya pencahayaan membuat pengendara dari luar daerah tidak mengetahui kondisi jalan.

Baca Juga: Kejari Tahan Empat Tersangka Kasus Korupsi Embung Glebeg Rembang, Siapa Saja Mereka?

“Banyak yang ban mobilnya pecah karena terperosok lubang,” tambah Aris.

Selepas wilayah Wates menuju Pantura Banyudono, kondisi jalan berlubang masih terus berlanjut hingga gerbang Kota Rembang.

Di kawasan ini diperkirakan terdapat hampir 200 lubang jalan. Doni, warga Banyudono, menyebutkan bahwa situasi pada malam hari sangat berbahaya.

“Selain gelap, lalu lintas juga padat, jadi rawan kecelakaan,” katanya.

Memasuki wilayah Kota Rembang, kerusakan jalan kembali terlihat di sepanjang Jalan Diponegoro.

Lubang tersebar mulai depan SMAN 1 Rembang hingga menjelang Perempatan Pentungan.

Pada Kamis kemarin, petugas dari Kementerian Pekerjaan Umum tampak melakukan perataan jalan bergelombang di sekitar lampu lalu lintas Perempatan Pentungan.

Petugas juga menambal lubang memanjang di plat Jembatan Karanggeneng sisi timur dengan panjang sekitar 1,5 meter dan kedalaman mencapai 15 sentimeter. (ali)

Editor : Ali Mustofa
#lalu lintas #rembang #lubang jalan #kecelakaan