REMBANG – Bahu jalan pada proyek milik Kementerian Pekerjaan Umum di ruas Jalan Sulang–Krikilan mengalami ambles sepanjang kurang lebih 30 meter pada Jumat malam (10/1).
Kerusakan tersebut diduga kuat dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah setempat selama sekitar satu pekan terakhir.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan, titik amblesan terparah berada sekitar 200 meter di sisi timur gapura Desa Logede, Kecamatan Sumber.
Baca Juga: Open Rekrutmen, KSH Rembang Cari Tenaga Profesional
Pada lokasi ini, bahu jalan turun hingga sepanjang 30 meter dan kondisi talud penahan terlihat miring.
Sementara itu, di sisi barat gapura Logede, tepatnya di sebelah timur SDN 1 Logede, amblesan juga terjadi sepanjang sekitar 15 meter, meski tidak sampai menyebabkan talud beton mengalami kemiringan.
Kerusakan tersebut diperkirakan terjadi akibat proses pemadatan tanah yang belum optimal.
Saat hujan deras turun, beban air menambah tekanan pada dinding penahan tanah dan memicu terbentuknya rongga di bawah permukaan, sehingga stabilitas struktur talud terganggu.
Pihak pelaksana proyek dilaporkan telah bergerak cepat.
Pada Jumat sore, mereka mulai melakukan pemadatan ulang menggunakan alat berat guna mencegah kerusakan bertambah parah.
Menanggapi kejadian itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Rembang, Mariyosa, memastikan langkah perbaikan akan segera dilakukan.
Baca Juga: Banjir Kepung Desa Menoro Rembang, Diduga Gunung Gundul di Daerah Atas
Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Satuan Kerja (Satker) serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Inpres Jalan Daerah (IJD) untuk menangani kerusakan di lokasi tersebut, sekaligus melakukan pengecekan di titik-titik lain yang berpotensi mengalami kondisi serupa.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Satker dan PPK IJD untuk segera menangani kerusakan ini serta menyisir lokasi lain yang rawan mengalami amblesan,” ujar Mariyosa.
Sebagai informasi, proyek peningkatan Jalan Sulang–Krikilan memiliki total panjang penanganan mencapai 10,755 kilometer, membentang dari Perempatan Sulang hingga Desa Krikilan.
Pekerjaan proyek ini terbagi dalam dua paket utama, yakni Paket 1 dengan nilai anggaran Rp20,59 miliar dan Paket 2 sebesar Rp26,41 miliar.
Seluruh pendanaan proyek tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025. (ali)