KOTA – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Rembang selama beberapa hari terakhir memicu rentetan bencana alam di sejumlah titik. Cuaca ekstrem ini mengakibatkan putusnya akses transportasi antar-kabupaten serta kerusakan bangunan milik warga di Kecamatan Sluke dan Kecamatan Sumber.
Informasi yang dihimpun di Kecamatan Sumber pada Minggu siang (11/1). Sebuah jembatan yang menghubungkan Dukuh Deresan, Desa Sekar Sari (Rembang) dengan Desa Manjang, Kecamatan Jaken (Pati) sudah putus total sekitar pukul 12.30 WIB.
Putusnya jembatan ini dipicu oleh luapan debit air sungai yang membawa material sampah pohon bambu. Sumbatan tersebut mengakibatkan arus air menggerus pondasi tiang jembatan hingga goyah dan ambruk.
"Debit air meningkat drastis dan aliran sungai sangat deras. Karena banyak sampah bambu yang menyumbat, arus air justru mengerus pondasi jembatan hingga kehilangan kekuatan dan akhirnya putus," ujar Suntono salah satu warga Sekarsari kemarin.
Saat ini, akses jalan tersebut sama sekali tidak dapat dilalui oleh masyarakat dari kedua arah. “Motor sudah tidak bisa melintas lagi sekarang,” tandasnya.
Sementara itu, di wilayah timur Rembang, tepatnya di Kecamatan Sluke, hujan lebat disertai angin kencang juga memicu kerusakan hunian dan infrastruktur pada Sabtu (10/1).
Di Desa Labuhan Kidul, atap rumah milik Ibu Munsareh di RT 01/RW 06 dilaporkan roboh total pada pukul 14.00 WIB. Bangunan berbahan kayu jati tersebut tidak kuat menahan beban air hujan dan terjangan angin. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp15 juta.
Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 17.00 WIB, longsor tebing juga terjadi di wilayah yang sama. Sebuah pondasi rumah sepanjang 15 meter dengan tinggi 4 meter ambrol akibat tanah yang jenuh air. Kerugian akibat kerusakan struktur fondasi ini ditaksir mencapai Rp20 juta.
Berdasarkan hasil pemantauan, tingginya curah hujan dalam durasi lama menjadi penyebab utama melemahnya daya ikat antar-partikel tanah, terutama pada daerah dengan kontur berbukit di Sluke.
Camat Sluke M. Ansori menyebutkan selain di Labuhan Kidul, longsor juga menerjang rumah warga di Sanetan. Pihaknya bersama BPBD Rembang dan pihak desa telah menyalurkan bantuan.
"Di Sanetan terjadi pukul 05.00. Tebing longsor milik bapak Ahmad Asrori RT 01 RW 02 dengan tinggi kurang lebih 4 meter dengan panjang 15 meter,” terangnya.
Selain di Labuhan dan Sanetan, Ansori menambahkan potensi longsor juga sudah mengintai di Desa Manggar, Rakitan, Bendo dan Sendangmulyo tepatnya di Dukuh Jambu.
“Mau sore tadi kejadian longsor lagi di Dukuh Jambu Sendangmulyo,” imbuhnya. (ali)