REMBANG – Menutup kalender tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DinsosPPKB) menggelar rangkaian kegiatan besar.
Menggabungkan momentum Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) dan Hari Ibu, kegiatan ini difokuskan pada penguatan peran sosial remaja serta perlindungan kaum rentan.
Rangkaian acara dibuka dengan nuansa khidmat di area Makam Pahlawan Nasional RA Kartini, Bulu.
Bertajuk "Inspirasi Kartini Bagi Remaja Masa Kini", sebanyak 100 peserta yang terdiri dari siswa SMK Annurroniyyah Sulang, MA Arrohmaniyah, serta pilar sosial diajak menyelami kembali perjuangan sang pahlawan emansipasi.
Tak sekadar ziarah, para remaja ini terlibat diskusi interaktif mengenai isu-isu krusial masa kini, mulai dari kesehatan reproduksi, keluarga berencana, hingga peran aktif pemuda dalam lingkungan sosial.
Puncak peringatan HKSN ditandai dengan apel bersama dan bakti sosial melibatkan pilar-pilar sosial seperti, Karang Taruna, Tagana, TKSK, hingga Pendamping PKH. Selain menyalurkan bakti sosial bagi warga lanjut usia, DinsosPPKB juga menggelar Pelatihan Dukungan Psikososial Tanggap Bencana.
Kepala DinsosPPKB Rembang, Prapto Rahardjo, menegaskan bahwa penanganan bencana tidak melulu soal logistik fisik.
"Dukungan psikososial sangat penting diberikan kepada korban bencana selain dukungan materiil. Kita perlu berlatih bersama sebagai bentuk kesiapan layanan mental bagi warga yang terdampak," jelasnya.
Peringatan Hari Ibu dipimpin Musringah Harno selaku Ketua TP PKK seluruh organisasi wanita di Rembang, mulai dari TP PKK, Dharma Wanita (DWP), GOW, Persit Kartika Candrakirana, hingga Bhayangkari, tampak kompak dalam upacara tingkat kabupaten yang dilanjutkan dengan ziarah dan bakti sosial di Panti Sosial Margo Mukti Pandean.
Sebagai langkah nyata perlindungan terhadap kelompok rentan, Pemkab Rembang memberikan "kado" akhir tahun berupa rencana peresmian Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA).
"Dalam waktu dekat kami akan meresmikan UPT PPA. Semoga ini menjadi wujud konkret Pemkab Rembang dalam mencegah dan menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Rembang," pungkas Prapto Rahardjo. (ali)
Editor : Mahendra Aditya