REMBANG – Warga Desa Glebeg, Kecamatan Sulang, digegerkan dengan peristiwa gantung diri seorang pemuda di dalam rumahnya pada Sabtu (20/12) pagi.
Korban diduga nekat mengakhiri hidupnya karena depresi atas kondisi disabilitas yang dialaminya.
Insiden ini menggenapi kasus gantung diri di Rembang. Setidaknya dalam kurun dua bulan ini, sudah ada empat kasus bunuh diri (bundir).
November tiga kasus masing-masing di Lasem, Sale, Sarang, dan Sulang di Desember ini.
Peristiwa pilu tersebut menimpa pemuda berinisial MH, 20, warga Desa Glebeg.
Jasad korban kali pertama kali ditemukan oleh ayah kandungnya sendiri, Ngasrip sesaat setelah pulang dari sawah.
Peristiwa bermula sekira pukul 09.30 WIB. Saat itu, saksi Ngasrip baru saja kembali ke rumah.
Setibanya di dalam, ia merasa curiga karena tidak melihat keberadaan anaknya di ruang utama. Ia kemudian mencari ke bagian belakang rumah.
Betapa terkejutnya saksi saat masuk ke area dapur, ia mendapati putranya sudah dalam posisi tergantung pada seutas tali tampar warna hijau yang terikat di blandar (balok kayu) atap rumah.
Panik melihat kondisi tersebut, saksi langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Mendengar teriakan saksi, sepupu korban, Ahmad Nur Arifin, 22, yang berada tak jauh dari lokasi segera masuk ke tempat kejadian perkara (TKP).
Keduanya kemudian bergegas menurunkan tubuh korban dengan harapan nyawanya masih tertolong.
Namun sayang, korban diketahui sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Pihak kepolisian bersama tim medis dari Puskesmas Sulang yang dipimpin dr. Nisaul Mardhiyah segera melakukan olah TKP dan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti berupa seutas tali tampar warna hijau dengan panjang kurang lebih 2 meter.
Diketahui tinggi blandar tempat korban menggantung adalah 2,20 meter, sementara tinggi badan korban adalah 151 cm.
Berdasarkan informasi warga setempat, korban diduga mengalami depresi.
Hal ini dikarenakan korban merupakan penyandang disabilitas (tuli dan wicara) yang diduga mempengaruhi kondisi psikologisnya dalam pergaulan sehari-hari.
Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan keberatan untuk dilakukan autopsi lebih lanjut.
Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan.
Muslikin Kades Glebeg membenarkan adanya insiden yang menimpa warganya tersebut, soal penyebab koran sampai mengakhiri hidup, ia kurang mengetahuinya.
“Njih, tapi maaf saya tidak tau penyebabnya,” bebernya.
Kapolsek Sulang, Iptu Dul Rochman mengamini adanya insiden tersebut.
Soal dugaan korban nekat mengakhiri hidup, ia enggan membeberkan karena kasus tersebut telah ditangani Polres Rembang.
”Masalah tersebut masih dalam penyelidikan dan perkara tersebut sudah dilimpahkan ke Polres Rembang jadi segala sesuatunya konfirmasinya dengan Sat Reskrim Polres Rembang terima Kasih,” jelasnya melalui pesan singkat WhatsApp kemarin. (ali)
Editor : Ali Mustofa