REMBANG - Aktivitas penyulingan minyak mentah ilegal di wilayah Ngiyono, Blora, diduga mencemari di wilayah Logede, Sumber, dan Mlatirejo, Bulu, Rembang.
Kondisi air sungai memang tidak berubah, namun air yang semula keset menjadi licin dan berbau minyak.
Menurut informasi polusi terjadi setelah kemarin sore di kawasan pegunungan hutan Ngiri diguyur hujan deras.
Baca Juga: UPT Metrologi Legal Rembang Optimalkan Pemantauan SPBU Jelang Nataru
Diduga kubangan limbah sisa penyulingan minyak yang penuh kemudian meluber hingga mengalir ke sungai hingga mencemari tandon air pamsimas di wilayah Logede Kecamatan Sumber dan di Bulu yang baru dibangun.
”Kondisi air sebelumnya kesat. Ini kok air menjadi licin. Baunya seperti tercampur minyak liun,” tandas Ahmad warga Logede.
Menurut Ahmad akibat polusi tersebut, tidak hanya warga Logede (Sumber) yang terdampak. Tetapi warga Desa Mlatirejo, Bulu.
Warga menurut Ahmad sudah melaporkan kejadian tersebut pada pengelola hutan.”
Kami sudah melaporkan ke petugas kehutanan (KPH Mantingan). Semoga segera ditindak,” tandasnya.
Baca Juga: Pertamina Tegaskan Stok Pertalite di Rembang Terkendali, Masyarakat Diminta Tak Panic Buying
Terpisah Kepala KPH Mantingan Rohasan saat dikonfirmasi akan segera mengkonfirmasi aduan tersebut.
“Kami koordinasikan dulu agar penanganan bisa efektif. Nanti kami info,” tandasnya.
Seperti rumor sebelumnya aktivitas penambangan minyak tradisional wilayah perbatasan Hutan Ngiri, Sendangmulyo, Bulu (Rembang) dan Ngiyono, Japah, (Blora) mencuat setelah aparat kepolisian Polres Rembang menangkap dua truk yang diduga berisi minyak mentah di wilayah Ngiri, Jumat lalu (21/11).
Tiga orang diamankan, mereka berperan sebagai sopir dan satu kerenet.
Polisi hingga kemarin masih bungkam terkait status mereka dan siapa dalang dibalik aktivitas ilegal tersebut.
Belakangan aktivitas pengeboran ini masih tetap berjalan. Untuk mengelabui pengawasan saat ini transportasi angkutan minyak dialihkan dari jalan Desa Ngiri, kini beralih ke Ngiyono Blora. (ali)
Editor : Ali Mustofa