Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

210 Nasabah, 11 Ton Sampah: Desa Sidomulyo di Rembang Sukses Kembangkan Bank Sampah Berbasis Desa

Wisnu Aji • Minggu, 23 November 2025 | 17:53 WIB
PRODUKTIF: Aktifitas kegiatan anggota Bank Samppah Sidoberkah, desa Sidomulyo, Kecamatan Kaliori.
PRODUKTIF: Aktifitas kegiatan anggota Bank Samppah Sidoberkah, desa Sidomulyo, Kecamatan Kaliori.

REMBANG – Tumpukan sampah yang tadinya dianggap tidak berguna, disulap menjadi sumber pendapatan baru bagi warga di Desa Sidomulyo, Kecamatan Kaliori.

Melalui inisiatif  bank sampah, masyarakat tidak hanya berkontribusi menjada kelestarian lingkungan, tetapi juga meraup cuan.  

Saiful Adi Kurniawan, Founder Bank Sampah Sidoberkah menyampaikan latar belakang bermula ada kaderisasi Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor terletak Sidomulyo.

Kemudian kepala desa berpesan panitia, rencana tindak lanjut kader setempat untuk mengelola sampah.

”Mulai dari situ  ranting Sidomulyo menyusun strategi, rencana bisnis. Kepala desa menyambutnya dengan pemberian modal,  bank sampah menjadi unit usaha BUMDesa.” kata Saiful kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Saiful menjelaskan Bank Sampah Sidoberkah merupakan Unit Usaha BUMDesa Cokro Mulyo Sidomulyo yang pengelolaannya kerjasama dengan Gerakan Pemuda Ansor Ranting Sidomulyo. Sebelum terbentuk warga sudah memilah sampah. Hasil disetorkan tukang rosok keliling.

Butuh kerja keras meyakinkan warga. Dengan pemberian sosialisasi bank sampah di Rembang bagian barat eksis. Jika sebelumnya hanya disetorkan, sekarang bisa ditabung terlebih dahulu. Sehingga manfaatnya lebih besar.

”Sudah 2 tahun bank sampah ini beroperasi telah mengelola sampah seberat 11,27 Ton yang mana jika dinominalkan uang sebesar Rp. 24.887.850,” terangnya.

Saat ini Bank Sampah Sidoberkah memiliki 210 Nasabah yang terdiri dari 174 Nasabah Warga Sidomulyo dan 34 Nasabah Luar Desa Sidomulyo.

Bank Sampah Sidoberkah memiliki beberapa program diantaranya Digitalisasi Pencatatan Transaksi dan Laporan Akuntansi Keuangan. Giat Penjemputan Jumat Sore, Timbang Sampahmu Bareng Posyandu, Sidoberkah Event Waste Management.

Selain itu ada Sidoberkah Awards, Lubang Resapan Biopori Bersama Kantor Cabang Pegadaian Rembang. Peningkatan Kapasitas Pengurus, Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga, Eduwisata Pengelolaan Sampah

”Bank Sampah Sidoberkah juga merupakan Anggota Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI),” imbuhnya.

Forsepsi merupakan forum bank sampah se-Indonesia binaan PT. Pegadaian. Dengan program Memilah Sampah Menabung Emas Bersama Pegadaian Bank Sampah Sidoberkah telah memiliki 45 Nasabah Tabungan Emas Pegadaian dengan jumlah Tabungan Emas 16,5 Gram.

Kemudian 4 pengurusnya diberi beasiswa pendidikan untuk anaknya. Kemudian pengurus juga di daftarkan BPJS Ketenagakerjaan. Timbal baliknya sukseskan program Pedadaian, memilah sampah menabung emas.

”Saat ini Bank Sampah Sidoberkah dan Forsepsi sedang menjalankan program Gerakan Edukasi Indonesia Bersih Bersama Forsepsi Indonesia Bersih. Dilaksanakan pada bulan September hingga November 2025 ini dibeberapa lokasi di Kecamatan Kaliori,” tandasnya. (noe)

Editor : Mahendra Aditya
#Sidomulyo #rembang #bank sampah #kaliori rembang