Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Warga Rembang Gempar! Bayi Laki-laki Baru Lahir Ditemukan Mengapung dan  Terjerat Kail Pancing di Pesisir Pandean, Begini Kronologi Lengkapnya

Ali Mustofa • Senin, 17 November 2025 | 18:01 WIB

DIRAWAT INTENSIFE: Bayi laki-laki yang dibuang ke laut masih selamat dan dirawat intensif di RSUD dr. Soetrasno Rembang.
DIRAWAT INTENSIFE: Bayi laki-laki yang dibuang ke laut masih selamat dan dirawat intensif di RSUD dr. Soetrasno Rembang.
REMBANG – Warga pesisir Pandean, Kecamatan Rembang Kota, digemparkan oleh penemuan seorang bayi laki-laki yang tersangkut kail pancing pada Sabtu malam (15/11) sekitar pukul 19.30 WIB.

 

Beruntung, bayi tersebut berhasil diselamatkan dalam keadaan masih hidup.

Hengky, salah satu pemancing yang berada di lokasi, menuturkan bahwa bayi itu pertama kali ditemukan oleh tiga pemancing muda di area Taman Pandean.

Baca Juga: Ibu Muda Terduga Pelaku Pembuang Bayi di Rembang Tak Menyangka Bayinya Selamat

“Anak-anak awalnya mengira yang tersangkut itu cuma plastik. Tapi waktu kail ditarik, ternyata berat dan bergerak. Setelah dibawa ke tepi, barulah mereka sadar itu bayi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Para pemancing tersebut langsung meminta pertolongan warga.

Masyarakat sekitar kemudian membungkus bayi yang semula berada dalam plastik merah dengan kain, lalu segera membawanya ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang.

Menurut Hengky, bayi itu tampak baru dibuang oleh pelakunya karena kondisinya masih segar dan tali pusarnya masih melekat.

“Bayi itu juga sempat terkena kail di bagian punggung belakang, tapi nyawanya terselamatkan,” jelasnya. Ia mengaku syok hingga memutuskan berhenti memancing malam itu.

Sesampai di RSUD sekitar pukul 19.40 WIB, bayi langsung mendapatkan perawatan di IGD. Direktur RSUD dr. R. Soetrasno, dr. Samsul Anwar, menyampaikan bahwa kondisi bayi cukup baik saat tiba.

Dengan panjang badan 47 cm dan berat 2.510 gram, bayi tersebut menangis kuat, aktif, dan memiliki refleks menghisap yang bagus.

Baca Juga: BPBD Rembang Targetkan 100 Destana di 2026, Wabup Ajak Gotong Royong, 199 Desa Rawan Bencana Tinggi

Ia mengalami luka ringan berupa goresan di kepala, diduga akibat kail pancing, serta lecet di punggung bawah.

Tim medis memberikan penghangatan tubuh, oksigen, membersihkan luka dengan antiseptik, dan menempatkannya di ruang perawatan bayi baru lahir untuk observasi intensif.

“Bayi sekarang stabil, sehat, dan nangisnya kuat. Kami taruh di ruang hangat untuk pemantauan lanjutan,” ujar dr. Samsul.

Pihak rumah sakit telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Rembang serta Polres Rembang untuk penyelidikan lebih lanjut dan mencari identitas orang tuanya.

“Siapa pun yang mengetahui informasi mengenai bayi ini kami harap segera melapor,” tambahnya.

Baca Juga: Bupati Rembang Gobyos Bareng 19 Organisasi Profesi di Wellness Festival

Warga sekitar memberikan kesaksian bahwa sebelum bayi ditemukan, mereka melihat seorang perempuan muda berambut panjang, mengenakan baju baby doll putih dan jarik coklat, mondar-mandir membawa bungkusan plastik merah di sekitar taman.

“Saya kira bawa anak kucing. Ternyata bayi,” tutur Suprijanto, warga Taman Ranjana Bahari, Desa Pandean.

Beberapa pemancing mengaku sempat mendengar suara tangis, tetapi disangka suara kucing.

Pemancing baru menyadari ketika kail mereka tersangkut plastik merah, lalu menariknya dan mendapati bayi di dalamnya.

“Untung bayi masih hidup. Kayaknya baru saja dibuang,” kata Suprijanto.

Polres Rembang segera melakukan penyelidikan. Kapolsek Rembang Kota AKP AI Suktikna menyebut kasus tersebut ditangani Unit IV Reskrim.

Polisi juga menelusuri kemungkinan rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Ibu Muda Terduga Pelaku Ditemukan dalam Kondisi Pendarahan

Seorang wanita muda asal Bangkalan, Madura, yang tinggal di Desa Pandean, dibawa ke RSUD dr. R. Soetrasno pada Minggu sore (16/11) pukul 15.00 WIB.

Ia datang dalam kondisi lemah akibat pendarahan pasca-melahirkan, ditemani seorang pria dan dikawal anggota Polwan.

Sebelum dirawat, wanita berusia sekitar 20 tahun itu meminta izin untuk melihat bayi laki-laki yang ditemukan di laut.

“Kami benarkan bahwa ibu tersebut datang dan meminta melihat bayinya sebentar. Kondisinya masih pendarahan, sehingga langsung kami rawat intensif,” jelas dr. Samsul.

Menurut Samsul, wanita tersebut mengakui bahwa bayi yang dibuang itu adalah anaknya. Ia mengetahui bayinya selamat dari pemberitaan media.

“Mereka tahu bayi itu masih hidup dari media. Ibu dan keluarganya mengakui jika itu anaknya,” ujarnya.

Baca Juga: Dibuang ke Laut, Bayi di Rembang Selamat karena Tersangkut Kail Pemancing

Hingga kini, lima orang telah menyatakan minat untuk mengadopsi bayi tersebut. Namun, proses adopsi berada dalam kewenangan Dinas Sosial dan kepolisian.

“RSUD tidak punya kewenangan untuk proses adopsi,” tegas dr. Samsul.

Polres Rembang telah memeriksa enam saksi, mulai dari pemancing yang menemukan bayi hingga ibu yang kini dirawat.

Namun pemeriksaan lanjutan terhadap sang ibu ditunda karena kondisinya belum stabil.

“Kami belum bisa menetapkan pelaku. Ibu tersebut masih drop. Setelah kondisinya membaik, penyidikan akan kami dalami,” jelas Kaur Binops Satreskrim Iptu Widodo Eko Prasetyo. (noe/ali)

Editor : Ali Mustofa
#kail pancing #pesisir #bayi #rembang #ibu muda