REMBANG – Seorang tukang becak bernama Juremi ditemukan tewas di rumahnya sendiri di Desa Sendangmulyo RT 07 RW 01, Kecamatan Sarang, pada Jumat pagi (14/11/2025).
Pria berusia 51 tahun itu sudah dalam kondisi membusuk, diduga sudah meregang nyawa empat hari sebelum ditemukan.
Penemuan tragis ini dilaporkan pertama kali pada pukul 08.10 WIB, setelah tetangga mencium bau tidak sedap dan mendobrak pintu rumah korban yang terkunci rapat.
Kejadian bermula sekitar pukul 07.00 WIB, ketika dua tetangga korban, Farikah 40 dan Sofik 35, berniat membangunkan Juremi.
Mereka sudah beberapa hari tidak melihat korban keluar rumah. Saat mengetuk pintu, tidak ada respons, namun bau menyengat tercium dari dalam.
"Curiga ada yang tidak beres, saya langsung hubungi mantan istrinya, Sakdiyah," ujar Farikah kepada polisi.
Sakdiyah, yang tinggal tidak jauh dari lokasi, menyuruh mereka mendobrak pintu. Sofik kemudian dibantu Tarmidi mendobrak pintu depan rumah.
Tarmidi yang pertama masuk ke kamar tidur korban yang gelap.
Saat membuka pintu samping tempat tidur, ia menemukan Juremi yang sehari-hari hidup sendirian sudah terbaring miring menghadap kanan, sudah tak bernyawa, dengan tubuh cukup.
Ketua RT setempat segera melaporkan ke Polsek Sarang.
Pada pukul 08.30 WIB, petugas Polsek Sarang bersama tim medis Puskesmas Sarang 1 tiba untuk melakukan pemeriksaan luar dan evakuasi jenazah.
Kapolsek Sarang Iptu Yuli membenarkan penemuan jasad di dalam rumah tersebut.
Berdasarkan hasil medis mencatat tanda-tanda pembusukan di seluruh tubuh korban.” Tidak ditemukan tanda kekerasan fisik,” terangnya.
Dari keterangan saksi, Juremi diketahui menderita diabetes dan tinggal sendirian setelah bercerai dengan istrinya.
Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah.
“Mereka menolak autopsi dan memilih memakamkan jenazah langsung di Makam Grasak, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sarang, pada hari yang sama,” imbuhnya. (ali)
Editor : Ali Mustofa