REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang terus berkomitmen melanjutkan program beasiswa perguruan tinggi bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Dalam sembilan tahun terakhir, program ini tercatat telah menjangkau 494 penerima, yang terdiri dari 389 mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) dan 105 mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS).
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang, Sutrisno, membenarkan bahwa program ini merupakan implementasi dari visi-misi Bupati Harno dan Wakil Bupati Mochamad Hanies Cholil Barro’, yakni "Dua sarjana, dua desa".
Untuk tahun 2025, Dindikpora telah mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 3,6 miliar untuk melanjutkan program tersebut.
”Kita sudah mempetakan mana desa yang membutuhkan. Ini ada pendaftaran, mereka-mereka yang dapat beasiswa mendaftar dan ada seleksi,” kata Sutrisno.
Ia menegaskan, program ini memprioritaskan anak-anak dari keluarga kurang mampu. "Ini sudah dipetakan kasubag program. Segera dieksekusi. Jika sudah, optimistis visi dan misi bupati terwujud," imbuhnya.
Saat ini, proses seleksi untuk beasiswa PTS tahun 2025 sedang berjalan. Kasubag Program Dindikpora Rembang, Lestarianti, menjelaskan bahwa tes online telah dilaksanakan pada Sabtu lalu (7/11).
”Dari 32 pendaftar (PTS), yang lolos seleksi administrasi ada 31 orang, 1 orang tidak lolos karena umurnya sudah lebih dari 21 tahun. Kemudian dari 31 orang yang lolos, hadir semua mengikuti tes online,” terangnya. Secara keseluruhan, total pendaftar program beasiswa Dikti (PTN dan PTS) telah mencapai 1.307 orang.
Menurut Sutrisno, program ini memiliki dampak besar untuk memotivasi generasi muda yang berprestasi namun terkendala biaya.
”Minimal jika pendidikan masyarakat tinggi, wawasannya luas. Mereka punya wawasan, sehingga peluang-peluang usaha bisa terbuka. Kalau ada punya jiwa entrepreneurship, bisa mengangkat perekonomian daerah,” jelasnya.
Komitmen ini juga diperkuat oleh Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro' (Gus Hanies). Program yang telah dilaksanakan sejak 2017 ini dipastikan akan terus berlanjut dan diperkuat.
Dalam catatan hingga Juli 2025, Gus Hanies menyebut program ini telah meng-cover 328 mahasiswa di PTN dan 93 mahasiswa di PTS. Ia memastikan bahwa para lulusan tidak akan dilepas begitu saja.
"Ketika sudah lulus, (mereka) dipanggil kembali ke kampung halaman masing-masing. Kita minta mereka untuk bersama-sama membangun Kabupaten Rembang,” tegasnya saat anniversary ke-8 Forum Anak Beasiswa (FABs) Rembang.
Sebagai bukti nyata, 11 anggota FABs telah diterima menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi 2024. Meskipun saat ini masih tersebar di beberapa kementerian dan pemerintah provinsi, Pemkab berencana menarik mereka kembali.
”Pada saatnya jika cukup untuk mutasi, kita mutasi ke Rembang," imbuh Gus Hanies.
Program beasiswa ini terbukti tangguh dengan alokasi anggaran yang stabil berkisar antara Rp 3 miliar hingga Rp 3,5 miliar setiap tahunnya, bahkan sejak masa pandemi Covid-19. Ke depan, Pemkab Rembang juga tengah merintis program serupa untuk beasiswa jenjang S2 atau pascasarjana. (noe/ali)
WISNU AJI/RADAR KUDUS
PEMBEKALAN: Wakil Bupati, Mochamad Hanies Cholil Barro’ (kiri) didampingi Kepala Dindikpora, Sutrisno (tengah) dan Sekdin Khoironi (kanan) dalam acara pembekalan calon penerima beasiswa berprestasi PTN Pemkab Rembang.
Editor : Mahendra Aditya