Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

MAN 2 Rembang Sabet Gold Award Ganda di Asia All Stars Festival 2025 di Bali

Ali Mahmudi • Minggu, 9 November 2025 | 22:49 WIB
TAMPIL MAKSIMAL: Tim seni pertunjukan MAN 2 Rembang menorehkan prestasi membanggakan di ajang Rising Stars Round – Asia All Stars Festival 2025 yang digelar di Bali, Sabtu (8/11)
TAMPIL MAKSIMAL: Tim seni pertunjukan MAN 2 Rembang menorehkan prestasi membanggakan di ajang Rising Stars Round – Asia All Stars Festival 2025 yang digelar di Bali, Sabtu (8/11)

REMBANG – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Rembang menorehkan sejarah baru di panggung internasional.

Dua tim seni pertunjukan madrasah kebanggaan Kabupaten Rembang ini berhasil menyabet Gold Award sekaligus pada ajang bergengsi Rising Stars Round – Asia All Stars Festival 2025 yang digelar di Bali, Sabtu lalu (8/11).

Tim duet Yusuf Favian Arga Hidayat dan Kayla Fatimatuzzahra memukau dewan juri dengan karya teatrikal berjudul “Kalis ing Sambi Kala” – sebuah doa agung dalam bahasa Jawa kuno agar manusia terlindung dari segala marabahaya dan hidup dalam keadaan bagas-waras, bagya mulya nir ing sambikala (sehat walafiat, sejahtera, dan selamat dari malapetaka).

Sementara tim Small Group yang diperkuat M. Irsyadira Ramadhan, Rifki Reyhan Nurhasan, Dewi Fatma Maharani, dan Kizzyla Achmad tampil memukau lewat drama berjudul “Membo”– kisah metaforis tentang seorang pria yang nyaris menjadi demit (setan) namun diselamatkan oleh kekuatan kasih seorang wanita.

Pesan moral tentang perjuangan melawan sisi gelap diri sendiri disampaikan dengan penghayatan mendalam, ekspresi kuat, dan gerak yang memesona.

“Kedua karya ini bukan sekadar pertunjukan, tapi warisan budaya Jawa yang kami bawa ke level dunia,” ujar Sri Lestari Indriani Putri, guru matematika yang selama ini menjadi motor penggerak ekstrakurikuler seni pertunjukan MAN 2 Rembang.

Direktur Festival, Cahaya Gunawan secara khusus menyebut MAN 2 Rembang dalam sertifikat penghargaan sebagai “Madrasah yang konsisten memberdayakan pelajar untuk berkarya lintas budaya dengan kualitas kelas dunia”.

Kepala MAN 2 Rembang, Dr. Akhmad Suhadak Solikin, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya.

“Ini bukti nyata bahwa madrasah bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tapi juga pusat keunggulan seni dan budaya yang mampu bersaing di kancah internasional,” tegasnya.

Yusuf Favian, sang aktor utama, masih terharu saat diwawancarai usai pengumuman pemenang.

“Kami ingin dunia tahu bahwa nilai-nilai Jawa itu universal. Doa ‘Kalis ing Sambi Kala’ yang kami bawakan adalah doa nenek moyang yang tetap relevan hingga kini,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Kayla Fatimatuzzahra menambahkan, “Saat nama MAN 2 Rembang disebut sebagai penerima Gold Award, rasanya seperti mimpi.

Tapi ini nyata – karena kerja keras, doa, dan dukungan semua pihak,” tambahnya.

Keberhasilan ini menjadi yang kedua kalinya MAN 2 Rembang meraih Gold Award di ajang internasional dalam kurun waktu dua tahun terakhir, memperkuat posisinya sebagai salah satu madrasah paling produktif di bidang seni pertunjukan se-Asia Tenggara.

“Prestasi ini kami persembahkan untuk Indonesia. Semoga menjadi penyemangat bagi madrasah-madrasah lain bahwa kita bisa bersinar di panggung dunia – dengan tetap membawa identitas bangsa,” tutup Yusuf. (ali)

Editor : Mahendra Aditya
#Asia All Stars Festival 2025 #MAN 2 rembang #bali #rembang #prestasi