REMBANG – Pembangunan long storage di Desa Kalipang, Kecamatan Sarang, terus digenjot.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) Kabupaten Rembang mengajukan anggaran untuk appraisal (penilaian) sebagai tindak lanjut konstruksi tersebut.
Sebelumnya diberitakan, pembangunan long storage membutuhkan lahan seluas sekitar 104.000 meter persegi.
Infrastruktur ini akan dimanfaatkan untuk menyediakan air baku bagi 900 kepala keluarga (KK) serta irigasi pertanian hortikultura seluas 25 hektare.
Target penyelesaian bendung dan normalisasi sungai adalah 90 hari kerja.
Proyek sepanjang sekitar lima kilometer ini menjadi salah satu infrastruktur strategis pengelolaan sumber daya air di perbatasan Jawa Tengah–Jawa Timur.
Long storage berfungsi menampung air hujan dan limpasan sungai yang kerap meluap saat musim penghujan.
Keberadaannya diharapkan menjamin pasokan air pada musim kemarau, baik untuk irigasi pertanian, peternakan, maupun kebutuhan masyarakat.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUTaru Rembang, Alfi Mohamadi, membenarkan rencana appraisal untuk kelanjutan long storage.
“Tahun ini, jika tidak salah, tanpa tanggul. Untuk menggunakan tanggul harus ada pengadaan tanah,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (5/11).
“Pengadaan tanah tidak bisa dilakukan sekarang, sehingga tanggul ditunda—informasinya baru tahun 2026. Makanya kami mengajukan anggaran untuk appraisal,” lanjut Alfi.
Bidang SDA membutuhkan proses appraisal untuk menghitung luas lahan yang terdampak.
“Harapannya tahun depan sudah bisa digunakan. Utamanya, bangunan ini untuk memisahkan air laut dan air tawar. Saat pasang, air laut naik ke hulu. Dengan long storage, fungsi pemisahan sudah berjalan, tapi belum maksimal karena belum ada tanggul penampung,” jelasnya.
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) menargetkan bendung dan normalisasi sungai rampung dalam 90 hari, dengan dukungan Pemkab Rembang dalam penyediaan lahan.
Bupati Rembang, Harno, menyatakan kesiapan pemerintah daerah mendukung proyek ini.
“Kami siap mendukung karena ini untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya petani, dan memenuhi kebutuhan air baku. Di Rembang memang kekurangan sumber air baku,” tegasnya. (noe/ali)
Editor : Ali Mustofa