REMBANG – Dunia seni rupa Rembang mendapat angin segar dari Festival Seni Sambongan.
Acara yang digagas oleh dalang, Ki Sigid Ariyanto, ini sukses menarik perhatian masyarakat. Khususnya Kapolres Rembang.
Tak tanggung-tanggung dalam kesempatan itu kapolres memborong enam lukisan langsung, sebagai apresiasi dan dukungan terhadap budaya dan seniman.
Lukisan yang diborong didominasi oleh tema pewayangan, sejalan dengan semangat perayaan Hari Wayang dan rangkaian kegiatan yang juga menyuguhkan Wayang Kulit.
Karya yang paling menarik perhatian dan memecahkan rekor harga adalah lukisan Turun Gunung (Perjalanan Menuju Zamrud Khatulistiwa) karya Abdul Chamim, yang dibeli seharga Rp 27.750.000.
Lukisan ini memiliki ukuran besar, yakni 350 x 140 cm dengan teknik mixer media di atas kanvas.
Selain karya Abdul Chamim, Kapolres juga mengoleksi lukisan "Kuku Pancanaka" karya Jagad Jenar Ariyanto, dan lukisan "Selendang Putih Sinta" karya Jawi Maheswari Ariyanto yang merupakan pelukis cilik.
“Pembelian ini mengukuhkan apresiasi terhadap seniman dari berbagai usia dan genre. Lukisan lain yang turut diborong adalah karya Pino, Abdul Ghofur, dan Imam Bucah,” ungkap Penggagas Acara Festival Seni Sambongan Ki Sigid Ariyanto kemarin.
Sigid mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Rembang yang telah memberikan apresiasi kepada para perupa yang turut dalam pameran lukisan.
Menurut Ki Sigid, Kapolres sangat berkomitmen terhadap seni dan kebudayaan, itu dibuktikan membeli banyak karya para seniman yang turut dalam pameran.
“Kalau diistilahkan beliau (Kapolres Remang) tak hanya abang-abang lambe dalam mendukung seni dan budaya.
Artinya beliau tidak eman-eman membeli karya seni para seniman. Mungkin kalau hanya sekadar tilik hanya beli satu. Ini beli enam langsung.
Artinya Pak Kapolres sangat mendukung dan sangat menghargai,” ungkapnya kemarin.
Sigid Ariyanto menyebutkan rencana ke depan Festival Seni Sambongan akan digelar
Setiap tahun untuk terus menghidupkan dan memperkenalkan seni pewayangan.
Bahkan untuk tahun 2026, acara akan lebih besar karena ini merupakan pre-event Binal Wayang Indonesia.
“Kami akan mencari wayang-wayang terbaik dan paling kreasi dari seluruh Indonesia. Tempat pelaksanaannya direncanakan di Taman Budaya Sambongan,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan ke depan pameran seni rupa juga akan sering digelar.
Bahkan dalam dialog bersama para perupa, rencananya dalam setahun akan mengadakan tiga kali lagi pameran.
”Itu planning dari teman-teman, terutama Mas Chamim penggerak seni perupa di Rembang,” tambahnya.
Terpisah Kapolres Rembang AKBP Dhanang Bagus Anggoro mengaku sangat mengapresiasi kegiatan Festival Seni Sambongan.
“Kegiatan ini sangat positif untuk melestarikan budaya sekaligus memasarkan potensi seniman Rembang. Seni rupa dan wayang kulit dikemas secara apik. Semoga terus memberi manfaat bagi kelestarian budaya kita,” ungkapannya.(ali)
Editor : Ali Mustofa