Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Viral di Rembang! Motor Mbrebet Serentak, SPBU Bantah Ada Pencampuran Bahan Bakar

Redaksi Radar Kudus • Sabtu, 1 November 2025 | 15:32 WIB
GANTI BUSI: Mekanik menujukan busi motor yang sudah tidak berfungsi, karena diduga akibat bahan bakar yang digunakan bercampur air.
GANTI BUSI: Mekanik menujukan busi motor yang sudah tidak berfungsi, karena diduga akibat bahan bakar yang digunakan bercampur air.

REMBANG – Sejumlah bengkel di Kabupaten Rembang kebanjiran keluhan motor.

Rata-rata permasalahannya, motor tersendat-sendat alias mbrebet dalam sepekan terakhir ini.

Salah satunya di Bengkel Depo. Muhlisin, mekanik di bengkel itu mengatakan, banyak pelanggan yang datang dengan gejala seperti tarikan gas tersendat, mesin sering mati mendadak, dan starter sulit hidup.

Dia menduga, permasalahan motor ini, akibat kualitas bahan bakar pertalite yang digunakan.

”Baunya seperti bensin campur air,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, ia pun melakukan penanganan sederhana dan efektif, yakni dengan mengganti busi.

”Saya ganti businya, biasanya sudah ”sembuh”,” ujar Muhlisin.

Dia mengaku, biaya ganti busi cukup terjangkau. Hanya sekitar Rp 35 ribu, sudah termasuk ongkos pasang.

Muhlisin menyarankan, agar pelanggan menguras tangki sepenuhnya. Kemudian beralih ke pertamax untuk pencegahan jangka panjang.

Meski keluhan melimpah dan bengkel ramai, Muhlisin menegaskan, belum ada kasus yang memerlukan penggantian pompa bensin atau rusak hanya karena kualitas bensin yang jelek.

”Kalau tekanannya (pompa bensin) memang lemah ya diganti. Itu tergantung pemeriksaan. Bukan efek langsung dari bensin campuran,” katanya.

Fenomena ini tak hanya dialami Bengkel Depo. Ia menyebutkan, teman-teman seprofesinya juga kebanjiran order serupa.

”Banyak (keluhan motor serupa). Bengkel-bengkel lain juga,” tambahnya.

Sementara itu, pengawas SPBU di Rembang Kota yang enggan disebut namanya, membantah adanya pencampuran air atau zat lain dalam pertalite.

Ia memas tikan, pasokan pertalite saat ini diambil dari depot Semarang dan telah berjalan lancar selama empat hari terakhir.

”Pasokan pertalite saat ini dari Semarang. Bukan Tuban seperti isu yang beredar sebelumnya,” katanya.

Pengawas SPBU tersebut, juga meminta masyarakat yang memiliki aduan untuk menyampaikan secara resmi, bukan melalui media sosial.

”Harapannya masyarakat bisa menyampaikan aduan secara resmi. Dengan menyertakan bukti pembelian di mana dan jam berapa,” ujarnya.

Ia mengakui, penjualan pertalite sepekan ini memang mengalami sedikit penurunan.

Namun, masih banyak masyarakat yang memilihnya, karena harganya terjangkau.

”Sebaliknya pertamax sedikit meningkat,” imbuhnya. (noe)

Editor : Ali Mustofa
#bensin #motor #masyarakat #busi #rembang #SPBU #bengkel #pertalite