RADAR KUDUS - ATNA Tukiman melalui Bhina Group kembali menegaskan komitmen terhadap pembangunan daerah. Atas dedikasinya memperoleh penghargaan untuk kategori Tokoh Peduli Perekonomian, Kesehatan, Pendidikan dan Pariwisata Daerah, dalam ajang Malam Penganugerahan Radar Kudus Award, yang digelar di Pendopo Bupati Kabupaten Blora pada Jumat malam (17/10).
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi nyata Bhina Group dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mendukung program kesehatan masyarakat, meningkatkan akses pendidikan, serta mengembangkan sektor pariwisata di wilayah Rembang.
Putri Owner Bhina Group, Vivit Dina Rini Atnasari atau yang akrab disapa Mbak Vivit mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian ini.
”Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim Bhina Group serta bentuk nyata dari komitmen kami untuk terus berkontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah. Kami percaya, keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari sisi bisnis, tetapi juga dari dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Dengan penghargaan ini, Bhina Group semakin termotivasi untuk memperluas inisiatif sosial dan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di masa mendatang.
Iya Atna Tukiman, ketua KSP Bhina Raharja telah membawa Bhina Raharja menjadi kelompok usaha yang tangguh sejak berdiri 41 tahun lalu. Berawal perkumpulan orang-orang yang memiliki niat sama. Kurang lebih 20 orang diajak mendirikan.
”Akhirnya berdiri Bhina Raharja. Waktu itu belum koperasi. Belum menemukan apa-apa. Harapan saya waktu itu masih menjadi yayasan bergerak di bidang apapun. Penting berikan manfaat banyak orang,” ungkapnya.
Kemampuanya digerakan untuk berusaha dan berjuang. Bekerja mendirikan usaha, hingga berdirilah Bhina Raharja. Pertama membentuk simpan pinjam. Lalu sesuai perkembangan membentuk usaha-usaha lain seperti pengrajin gerabah, angkutan umum dan lain sebagainya.
Perkembangan jaman membentuk koperasi. Namanya Koperasi Simpan Usaha (KSU) Bhina Raharja. Simpan pinjam berkembang. Usaha lain bergerak. Dengan peraturan pemerintah kala itu simpan pinjam disendirikan, tidak boleh dicampur usaha lain.
”Akhirnya saya fokus usaha-usaha lain. Utamanya usaha Simpan Pinjam. Lalu kita kembangkan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bhina Raharja,” katanya
Setelah KSP Bhina Raharja berjalan. Semula wilayah keanggotan sebatas Kabupaten Rembang, lalu anggaran dasar dan rumah tangga diubah menjadi Jateng. Kini lebih dari 150 cabang tersebar di Jateng, Jabar, Jatim dan DI Yogyakarta.
Lalu berkembang sambil berpikir usaha lain kerjasama Pertamina, SPBU dan SPBE. Selain itu kerjasama Archipelago bikin Fave hotel yang kini menjadi Aston Inn. Serta masih kerjasama PT Santika Group. Lalu mendirikan Hotel Santika di Gunungkidul.
Tak hanya fokus pada ekonomi, Atna Tukiman juga peduli dengan Pendidikan dan Kesehatan. Ia mendirikan TK, Paud dan SD. ”Saya memulai dengan anak saya mendirikan TK, Paud dan SD,” terangnya.
Hingga tahun 2016 menghadirkan Rumah Sakit Bhina Bhakti Husada untuk memenuhi pelayanan kesehatan warga Rembang.
Di Rembang masih kurang. Setiap kali besuk teman sakit dan lain sebagainya 90 persen masih luar kota. Akhirnya mendirikan RS Bhina Bhakti Husada.
Sekarang RS Bhina Bhakti Husada manfaatnya warga masyarakat Rembang dan sekitarnya semakin banyak dan diminati. Mampu membantu masyarakat di bidang kesehatan, paling tidak keluarga sakit dan sebagainya berobat tidak jauh-jauh.
Tidak cukup disitu. Di dunia pendidikan terhitung bulan Juli 2024 Universitas YPPI Rembang (UYR) oleh pengurus lama diserahkan untuk dilanjutkan Bhina Group. Agar YPPI lebih baik dan berkembang untuk mencerdaskan masyarakat Rembang.
Secara pribadi Atna minta dukungan support terhadap masyarakat Rembang dan sekitarnya.
”Ayo kapan lagi harus membenahi daerah kita sendiri. Jangan sampai kalah dengan lain, harus lengkap di dunia usaha, ekonomi dan pendidikan berkembang baik, kesehatan mampu mandiri. Sehingga Rembang bangkit yang dicita-citakan oleh leluhur dan pendahulu kita tetap bisa berkembang dan berlangsung dengan baik,” tandasnya. (noe/ali)
Editor : Mahendra Aditya