Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Insiden Tragis di Dekat Pasar Lasem Rembang, Motor Terseret Truk Lebih 200 Meter, Pengendara Tewas

Redaksi Radar Kudus • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 19:05 WIB

OLAH TKP: Kepala Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas, Ipda Rahmat Hersa Widiatmoko menunjukan lokasi kecelakaan sepeda motor dengan truk box trailer di Lasem kemarin.
OLAH TKP: Kepala Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas, Ipda Rahmat Hersa Widiatmoko menunjukan lokasi kecelakaan sepeda motor dengan truk box trailer di Lasem kemarin.

REMBANG – Sejumlah kecelakaan lalu lintas terjadi di Kabupaten Rembang dalam beberapa hari terakhir. Dua orang dilaporkan meninggal dunia.

Insiden terbaru terjadi di sekitar Pasar Lasem, yang melibatkan sepeda motor dan truk. Dugaan sementara, penyebab utama adalah kelalaian pengendara.

Kasatlantas Polres Rembang, AKP Ryan Mitha Pangesty, melalui Kepala Unit Penegakan Hukum (Gakkum), Ipda Rahmat Hersa Widiatmoko, mencatat sejak 23–30 September terjadi 15 kecelakaan.

Baca Juga: Pabrik Gula Tradisional di Pamotan Rembang Ludes Terbakar, Begini Kronologi dan Total Kerugiannya

Satu orang meninggal dan 21 mengalami luka ringan.

“Untuk periode 29 September hingga 3 Oktober, ada delapan kecelakaan. Dua orang meninggal dan 11 lainnya mengalami luka ringan,” ujarnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus.

Hersa menambahkan, lokasi kejadian tersebar di jalur pantura barat dan timur, serta beberapa kecamatan lain.

Titik rawan biasanya berada di Pamotan dan Sulang arah Kabupaten Blora, dan baru-baru ini terjadi di Lasem.

“Mayoritas kecelakaan terjadi di jalur pantura. Faktor utamanya adalah kelalaian manusia,” jelasnya.

Faktor lain yang memengaruhi, menurut Hersa, adalah perbedaan standar kendaraan.

Baca Juga: Tiga Sekolah Swasta di Semarang Tolak Program Makanan Bergizi Gratis, Apa Alasannya?

Jalur pantura di Rembang belum memiliki lingkar seperti di kabupaten lain, sehingga terjadi pertemuan kendaraan yang tidak seimbang, misalnya motor bertemu kendaraan sumbu tiga ke atas.

Ditambah, banyak sekolah menengah berada di jalur pantura, yang meningkatkan risiko.

“Takdir memang memainkan peran, tapi kelalaian manusia sangat memengaruhi cara berkendara. Hati-hati saja tidak cukup; pengendara harus benar-benar menguasai kendaraan,” tambah Hersa.

Kecelakaan di Lasem terjadi di Desa Dorokandang, Kecamatan Lasem, antara motor bebek dan truk box trailer. Insiden berlangsung sekitar pukul 07.45 WIB.

Truk KBM Merc Benz B-9958-PEU bertabrakan dengan sepeda motor SPM Tajima K-6914-VD, menewaskan pengendara motor di lokasi.

Korban meninggal adalah Karmain, 63 tahun, warga Desa Langkir, Kecamatan Pancur. Sedangkan pengemudi truk, Santoso, 43 tahun, warga Tanjung, Brebes, mengalami luka.

Baca Juga: Bek Timnas Indonesia Jay Idzes Bersinar! Sassuolo Curi Kemenangan Dramatis dari Hellas Verona

“Korban mengalami fraktur pada kedua tangan dan kaki serta luka robek di perut. Jenasah langsung dibawa ke RS Islam Arafah,” jelas Hersa.

Menurut kronologi, truk bergerak dari arah timur (Surabaya) menuju barat (Semarang) di jalur kiri, mendahului kendaraan di depannya.

Diduga pengemudi kurang konsentrasi sehingga menabrak motor dari belakang, menyeretnya lebih dari 200 meter, dan melindas korban.

“Pengemudi truk sempat melanjutkan perjalanan tanpa berhenti. Petugas Satlantas Polres Rembang kemudian menghadang dan mengamankan kendaraan,” pungkas Hersa. (noe)

Editor : Ali Mustofa
#meninggal #rembang #kecelakaan #jalur pantura