REMBANG – Destinasi wisata kemah di Rembang semakin beragam. Selain pantai yang sedang populer, kawasan perbukitan juga tak kalah menarik.
Salah satunya adalah Bukit Panggang di Desa Dadapan, Kecamatan Sedan.
Tempat ini menawarkan pengalaman bermalam di tenda, menikmati kafe, hingga berenang dengan pemandangan indah perbukitan dan laut.
Tiap akhir pekan suasana di Bukit Panggang begitu ramai. Area parkir penuh dengan mobil dan sepeda motor.
Untuk mencapai lokasi, pengunjung dapat berjalan kaki sejauh sekitar 300 meter.
Bagi yang tidak ingin repot, tersedia jasa ojek sepeda motor dengan tarif Rp10.000 per orang, yang juga bisa membantu membawa barang bawaan.
Menjelang waktu magrib, Bukit Panggang sudah dipadati pengunjung.
Pengelola menyiapkan 28 tenda yang dipesan oleh wisatawan, mulai dari warga lokal Rembang hingga pengunjung dari Karimunjawa dan Jepara.
Suasana malam di sini begitu memukau dengan pemandangan city light yang indah.
Selain camping, banyak pengunjung, baik muda-mudi maupun keluarga, yang datang untuk menikmati kafe.
Mereka bisa memesan berbagai menu, seperti mi, nasi ayam, kopi, dan aneka minuman lainnya.
Kafe ini beroperasi 24 jam saat ada pengunjung yang bermalam, tetapi pada hari biasa tutup pukul 23.00.
Holo Panggang, salah satu pengelola Bukit Panggang, menjelaskan bahwa Family Camp mulai beroperasi sejak 1 Mei 2024.
Rencananya, pada 12 Februari 2025, fasilitas akan diperbarui, termasuk penambahan kasur untuk kenyamanan pengunjung yang bermalam.
“Saat akhir pekan atau hari libur, tempat ini ramai. Untuk instansi biasanya datang pada hari kerja, sedangkan keluarga dan teman-teman lebih sering berkunjung saat akhir pekan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Biaya masuk ke Family Camp adalah Rp10.000 per orang. Sewa tenda berkapasitas empat orang dikenakan tarif Rp70.000, sedangkan untuk dua orang Rp40.000.
Pada akhir pekan, rata-rata 30 pengunjung memilih bermalam, berasal dari berbagai daerah seperti Karimunjawa, Blora, Jatirogo, dan Rembang. (noe)
Editor : Ali Mustofa