REMBANG - Waktu pendistribusian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Kragan menjadi sorotan setelah ratusan siswa alami gejala keracunan.
Selain itu, Satgas juga menilai, terdapat menu yang tak direkomendasikan.
Total ada 173 siswa di sekolah tersebut yang dilaporkan mengalami gejala keracunan.
Sampai dengan Rabu (24/9) siang, masih ada 13 anak yang menjalani perawatan di puskesmas.
Peristiwa itu diduga akibat dari menu MBG yang dibagikan pada Selasa (23/9), yang isinya mi ayam, tahu rebus, dan buah melon.
Kepala SMPN 1 Kragan, Dahlan, menyampaikan sekolahnya sudah mulai menerima menu MBG sejak 19 Agustus lalu.
Dalam pelaksanaannya, jam pembagian makanan dinilai tidak menentu setiap harinya.
"Kadang-kadang pukul 11.00, kadang-kadang pukul 12.00. Pernah 12.30. Tidak pasti jamnya. Ketika itu tidak pasti, nanti ketika datang dibagikan, datang dibagikan, yang tidak menentu, akan mengganggu pembelajaran kami," jelasnya.
Meski begitu, sejauh ini tidak pernah ada keluhan tentang makanan hingga terjadilah gejala keracunan massal pada Selasa (23/9).
Pada hari itu, makanan tiba di sekolah sekitar pukul 12.40.
"Agar regulasinya lebih baik, lebih efektif, sehingga tidak akan terjadi seperti ini lagi. Mungkin koordinasi, komunikasi antara penerima manfaat dan penyelenggara lebih baik lagi," jelasnya.
Peristiwa ini mendapat perhatian dari berbagai pihak. Salah satunya Komisi 4 DPRD Rembang yang turun langsung ke Puskesmas 1 Kragan untuk memantau langsung kondisi di lapangan.
Ketua Komisi 4 DPRD Rembang, Muhammad Rofii, mengatakan makanan hari itu dikonsumsi sekitar pukul 12.30.
Menurutnya, menu MBG seharusnya bisa datang sekitar pukul 10.00.
"MBG ini sebetulnya untuk makan pagi, biar anak-anak sarapan. Jadi di situ ada jam tertentu untuk memberikan makanan pada anak-anak yang belum makan di pagi hari," jelasnya.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Rembang, Muhammad Hanies Cholil Barro juga turun langsung menelusuri peristiwa ini.
Ia menilai dugaan keracunan yang menimpa para murid ditengarai dari menu MBG.
"Kami belum bisa pastikan, tetapi mengarahnya ke sana. Karena anak-anak ini berasal dari komunal yang sama," jelasnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Rembang itu mengatakan, Dinas Kesehatan sedang meneliti makanan yang dikonsumsi anak-anak saat itu.
"Kemarin (menunya) mi ayam, plus tahu rebus, dan melon. Buah potong melon. Nah, ini buah potong kan sebenarnya tidak direkomendasikan juga," jelasnya.
Pihaknya juga menekankan agar pelaksanaan MBG sesuai dengan standar operasional. "Kejadian hari ini, meskipun masih ditengarai. Tetapi ini peringatan saja buat seluruh SPPG untuk lebih berhati-hati. Memperhatikan seluruh standar operasionalnya.
Mesti dimasak jam berapa, dibagikan jam berapa, makanan ini maksimal dikonsumsi jam berapa mesti jelas," jelasnya. (vah)
Editor : Mahendra Aditya