REMBANG – Event Njajan Fest 2.0 yang akan digelar 12–14 September mendatang akan ada makan murah 1.200 porsi. Pengunjung hanya cukup membayar Rp 80.
Festival kuliner UMKM ini akan dilaksanakan di halaman Taman Kartini. Ada 91 stan makanan yang disiapkan.
Menariknya, selama tiga hari bakal ada makan murah dengan menu kuliner tradisional khas Rembang.
Ketua Panitia Njajan Fest 2.0, Diana Nurus Saidah, mengatakan makan murah yang dipersembahkan QRIS Kenduri Rasa by Bank Indonesia ini akan disediakan sekitar 400 porsi per hari.
Hari pertama akan ada menu Lontong Tuyuhan, hari kedua Nasi Tahu dan Sate Srepeh, kemudian di hari ketiga akan disediakan Nasi Uduk Nus.
“Syaratnya (makan murah) setiap pukul 11.00 sampai 12.00, datang scan barcode Rp 80,” katanya saat konferensi pers Njajan Fest 2.0, Selasa (9/9).
Diana mengatakan, panitia memperhatikan serius tentang keamanan pangan.
Pihaknya sudah melakukan kurasi produk hingga uji laboratorium.
“Setelah uji lab, kami inspeksi langsung melihat higienitas teman-teman UMKM. Kami di sini ingin membina supaya memiliki daya saing lebih tinggi lagi,” katanya.
Selain itu, juga ada fasilitas pembuatan NIB hingga sertifikat halal.
“Kami memberikan tenant semuanya akan mendapatkan asuransi usaha,” ungkapnya.
Bagi dia, Njajan Fest merupakan pergerakan nyata untuk UMKM daerah.
Tahun ini event akan dibuka mulai pukul 08.00 sampai 22.00.
“Persiapan tahun ini kami lebih matang,” katanya.
“Nanti waktu acara, kami memberikan apron, sarung tangan, masker, air bersih kami sediakan juga,” imbuhnya.
Kepala Unit Komunikasi dan CSR PT Semen Gresik, Sulistiyono, mengatakan Njajan Fest tahun ini merupakan gelaran kedua.
Tahun lalu event ini sukses terselenggara dengan total transaksi sekitar Rp 640 juta.
“Harapan kami tahun ini ada peningkatan,” katanya.
Event ini merupakan salah satu agenda strategis untuk UMKM, milenial, dan industri kreatif.
“Juga bagian komitmen perusahaan PT Semen Gresik melalui Rumah BUMN untuk UMKM,” katanya.
Njajan Fest 2.0 memang melibatkan Dinas Kesehatan untuk memastikan produk makanan aman dikonsumsi. “Kemarin ada kurasi dari sekian UMKM, ada beberapa UMKM perlu dilakukan pembinaan lebih lanjut,” katanya. (vah)
Editor : Ali Mustofa