REMBANG - Bupati Rembang menegaskan komitmennya untuk mengevaluasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) itu terjun langsung mempelajari dan menemukan titik-titik yang perlu perbaikan.
Diberitakan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya, kinerja BUMD Rembang sempat menjadi sorotan karena minimnya setoran dividen untuk kabupaten.
Berdasarkan keterangan Ketua Komisi 2 DPRD Rembang beberapa waktu lalu, BUMD di Rembang diklasifikasikan menjadi dua jenis. Yakni perusahaan yang bergerak di jasa keuangan dan nonkeuangan.
BUMD yang bergerak di jasa keuangan saat ini bisa dikatakan sehat.
Sementara yang masih menjadi sorotan adalah BUMD yang bergerak di jasa nonkeuangan, karena masih ada perusahaan yang belum bisa menyetorkan dividen.
Bupati Rembang Harno menegaskan, pihaknya akan menyelesaikan permasalahan BUMD dalam tahun ini.
Sehingga pada 2026 mendatang semua perusahaan plat merah tersebut bisa kembali sehat.
"Apabila tahun 2026 masih ada BUMD yang tidak sehat, saya tidak lama-lama, satu tahun direktur akan saya evaluasi," katanya saat audiensi bersama mahasiswa di DPRD Rembang, Senin (1/9).
Harno mengatakan, pada Senin (1/9), pihaknya sudah bergerak melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk PT Aneka Rembang.
Ia berkomitmen akan mengevaluasi BUMD. Bahkan, bupati bakal terjun langsung untuk mempelajari kondisi perusahaan secara langsung.
"Yang perlu saya masuk, saya akan masuk sendiri," katanya.
Saat ini, Harno mengaku sudah mendalami Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Menurutnya, perusahaan ini berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat.
Sementara, pihaknya masih mendapatkan laporan tentang keluhan warga.
"Kenapa sekian tahun hasilnya seperti itu, sedangkan tupoksi PDAM adalah pelayanan masyarakat. Masih ada sering WA yang masuk. Kedua, terkait pendapatan," katanya.
Saat ini ia mengaku sudah menemukan titik-titik yang perlu diperbaiki di dalam perusahaan itu.
Sehingga tahun depan ia memastikan pelayanan dan dividen bisa optimal.
Harno juga menegaskan komitmennya untuk mengevaluasi BUMD PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ).
Di perusahaan ini, Harno memiliki rencana untuk terjun secara langsung.
"Saya akan masuk sendiri atau akan mengundang auditor atau memasukkan orang-orang tertentu untuk mempelajari semuanya," katanya.
Langkah ini juga diharapkan bisa menemukan titik-titik yang perlu perbaikan. (vah)
Editor : Ali Mustofa