REMBANG – Ribuan warga memadati Alun-alun Rembang pada Selasa (26/8) malam.
Mereka begitu antusias menyaksikan konser Warisan Rasa yang menghadirkan Serempet Gudal, grup musik asal Semarang, serta penyanyi kondang asal Ngawi, Denny Caknan.
Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Gebyar Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak sore, ketika penonton dari berbagai kalangan—anak-anak, remaja, hingga orang tua—sudah mulai berdatangan demi mendapatkan posisi terbaik.
Mereka tidak hanya menikmati musik, tetapi juga mengabadikan momen lewat foto dan video.
Serempet Gudal membuka panggung dengan musik orkes dangdut khas mereka. Delapan lagu mereka bawakan, di antaranya Mars Giting, Kakak Tua, Andeng-Andeng, Semarangan, Broken Pop, Masih Ada Tamu, Luput, hingga Kimcil.
Penampilan mereka sukses memanaskan suasana sebelum bintang utama tampil.
Tepat pukul 21.00 WIB, Denny Caknan naik panggung. Dengan suara khasnya, ia membuka penampilan lewat lagu Cundamani yang disambut riuh penonton.
Tak lupa, ia menyapa para undangan, termasuk manajemen sponsor hingga Bupati Rembang, Harno.
Lagu-lagu hits seperti Sigar, Dumes, Sinarengan, dan Kartonyono pun mengalun.
Baca Juga: Penyidikan Kasus Chromebook Sampai ke Rembang: Kejari Sita Dokumen Pencairan, Periksa 13 Orang
Momen romantis tercipta ketika Denny berduet bersama istrinya, Bella Bonita, membawakan Sinarengan yang membuat penonton semakin terbawa suasana.
Setelah panggung diatur ulang dengan kursi dan meja, Denny melanjutkan dengan Sampek Tuwek, Kalih Welas, dan Langgeng Diyaning Rasa (LDR) sambil memetik gitar.
Ia juga mempersembahkan lagu milik almarhum Didi Kempot, Pamer Bojo, seraya mendoakan sang maestro agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
Konser sempat terhenti beberapa menit akibat padam listrik. Meski begitu, penonton tetap tenang dan menyalakan lampu flash ponsel.
Setelah listrik pulih, Denny mengulang kembali lagu yang sempat terpotong.
Kemeriahan berlanjut dengan lagu-lagu Sekti, Los Dol, dan Oplosan yang membuat ribuan penonton bergoyang bersama.
Sebagai penutup, Wirang dibawakan dengan penuh penghayatan hingga membuat suasana semakin larut.
Beberapa kali, Denny mengabadikan momen dari panggung dengan ponselnya, berfoto dan merekam video bersama lautan penonton di Kota Garam, julukan Kabupaten Rembang. (noe)
Editor : Ali Mustofa