Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mbah Moen, Ulama Kharismatik Asal Rembang Terima Bintang Mahaputera, Gus Idror: Sosok yang Menjunjung Tinggi Ilmu

Vachri Rinaldy • Selasa, 26 Agustus 2025 | 03:26 WIB
SOSOK: KH. Maimoen Zubair atau Mbah Moen.
SOSOK: KH. Maimoen Zubair atau Mbah Moen.

JAKARTA - KH Maimoen Zubair, ulama kharismatik asal Rembang, mendapatkan tanda jasa dan kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden RI Prabowo Subianto.

Penghargaan ini diberikan atas kiprah Mbah Moen —sapaan KH Maimoen Zubair— dalam bidang pendidikan dan keagamaan.

Penyerahan tanda jasa dan tanda kehormatan Bintang Mahaputera itu dilaksanakan di Istana Negara, Senin (25/8).

KH Muhammad Idror Maimoen hadir mewakili ahli waris almarhum Mbah Moen.

Sebagaimana diketahui, KH Maimoen Zubair memang dikenal sebagai ulama kharismatik.

Sang kiai juga berkiprah dalam pendidikan keagamaan melalui Pondok Pesantren Al-Anwar, yang terletak di Kecamatan Sarang, Rembang.

Gus Idror —sapaan akrab KH Muhammad Idror Maimoen— mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan anugerah tanda jasa dan kehormatan kepada almarhum Abah kami, yaitu KH Maimoen Zubair yang telah berjasa dalam bidang pendidikan dan keagamaan," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Jawa Pos Radar Kudus.

Bagi Gus Idror, Mbah Moen merupakan sosok ayah yang sangat mengutamakan pendidikan dan keagamaan.

Sejak kecil, putra bungsu KH Maimoen Zubair itu merasakan didikan langsung dari sang ayah di Pesantren Al-Anwar, bersama dengan santri-santri yang lain.

Setelah dinyatakan lulus, Gus Idror kemudian menuntut ilmu ke Makkah.

Di sana, ia diasuh langsung oleh Sayyid Ahmad bin Muhammad bin Alawy Al-Maliki, yang merupakan salah satu ulama terkemuka di kota Makkah.

Gus Idror mengingat betul pesan dari sang ayah, agar senantiasa menjunjung tinggi ilmu, menjaga, dan meneruskan pondok pesantren. 

KH Muhammad Idror Maimoen, salah satu putra almarhum KH Maimoen Zubair, hadir mewakili ahli waris saat penyerahan tanda jasa dan kehormatan Bintang Mahaputera Utama di Istana Negara, Senin (25/8).
KH Muhammad Idror Maimoen, salah satu putra almarhum KH Maimoen Zubair, hadir mewakili ahli waris saat penyerahan tanda jasa dan kehormatan Bintang Mahaputera Utama di Istana Negara, Senin (25/8).

“Sangat menjunjung tinggi sekali dengan ilmu, supaya pendidikan pesantren dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya," kenangnya.

Setelah pulang dari Makkah, Gus Idror membantu ayahnya mendidik para santri di Ponpes Al-Anwar I, dengan memberikan kajian kitab-kitab fiqih, hadits, dan kitab berbahasa Arab lainnya.

"Kalau saya membantu di Al-Anwar induk, membantu di kajian kitab-kitab berbahasa Arab. Banyak sekali kenangan dan banyak ilmu yang diberikan kepada saya. Di antaranya selalu mengajarkan banyak murid dan putra beliau yang ahli ilmu dan ahli Al-Qur’an,” kata putra bungsu KH Maimoen Zubair itu. (vah)

Editor : Mahendra Aditya
#al anwar #Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan #bintang mahaputera #rembang #mbah moen #KH Maimoen Zubair