RADAR KUDUS - Suasana Pantai Tasikagung, Rembang, mendadak heboh pada Senin pagi (11/8).
Warga dikejutkan dengan temuan sosok perempuan yang tergeletak tak bernyawa di tepi pantai.
Yang membuat geger, korban mengenakan seragam khaki lengkap dengan atribut KORPRI—identitas khas Aparatur Sipil Negara (ASN).
Penemuan mayat ini pertama kali dilaporkan oleh seorang pemancing sekitar pukul 09.30. Temuan tersebut segera dilaporkan ke Basarnas, lalu diteruskan ke Satuan Polisi Perairan (Polair) Polres Rembang.
Sekitar pukul 10.00, petugas gabungan bersama Satpol PP tiba di lokasi dan melakukan evakuasi. Lokasi penemuan berada di sebelah barat Taman Kartini, Desa Tasikagung, yang biasanya ramai oleh warga dan nelayan.
Teridentifikasi sebagai Pegawai Pemkab Rembang
Dari atribut pada seragam, korban teridentifikasi sebagai pegawai Pemerintah Kabupaten Rembang.
Belakangan diketahui, perempuan itu adalah ASN yang bertugas di Dinas Perumahan dan Permukiman (Dinperkim) Rembang.
Kendati identitas mulai terungkap, pihak kepolisian masih belum merilis nama korban secara resmi. Jenazah segera dibawa ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Luka Misterius di Kepala dan Patah Tulang
Plt Direktur RSUD dr. R. Soetrasno, Samsul Anwar, mengungkapkan hasil awal visum. Terdapat memar di dahi, luka di atas hidung, serta patah tulang pada tiga titik di tangan kiri.
“Luka di kepala kemungkinan akibat benturan, sedangkan patah tulang di tangan kiri cukup serius. Perkiraan kematian kurang dari empat jam sebelum ditemukan,” ujarnya.
Meski ada indikasi kekerasan, Samsul menegaskan bahwa penyebab pasti kematian baru bisa dipastikan melalui otopsi.
Baca Juga: Heboh Penemuan Mayat Berseragam ASN di Pantai Tasikagung Rembang, Begini Kronologinya
Polisi Dalami Penyebab Kematian
KBO Reskrim Polres Rembang, Iptu Widodo Eko Prasetyo, mengatakan pihaknya masih mengumpulkan bukti dan memeriksa saksi. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait penyebab kematian korban.
“Kondisi jenazah sedang dalam proses pemeriksaan mendalam. Semua kemungkinan kami buka, termasuk dugaan tindak kekerasan,” katanya.
Kasus ini menjadi perhatian warga Rembang karena lokasi penemuan berada di area publik yang ramai.
Hingga berita ini ditulis, garis polisi telah dipasang di sekitar lokasi untuk mencegah hilangnya jejak bukti.
Warga Berharap Polisi Ungkap Misteri
Peristiwa ini meninggalkan rasa was-was di kalangan masyarakat. Beberapa warga mengaku khawatir, apalagi korban adalah ASN aktif yang dikenal berdedikasi di instansinya.
Masyarakat berharap aparat bergerak cepat mengungkap misteri kematian ini dan memastikan tidak ada pihak yang mencoba menutup-nutupi fakta.
Editor : Mahendra Aditya