REMBANG – Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI periode 1993–1998, Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro, mengunjungi Museum RA Kartini kemarin.
Ia berbagi pengalaman menulis buku monumental Trilogi Kartini setebal 1.500 halaman, yang memuat surat-surat, riwayat hidup, dan inspirasi Kartini tentang kesetaraan gender.
Usai diskusi dan bedah buku, Prof. Wardiman menjelaskan motivasinya menulis karya tersebut.
Pertama, kekagumannya terhadap sosok Kartini. Kedua, pemikiran Kartini yang ingin memajukan perempuan Indonesia.
Ketiga, keinginan mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia, yaitu kesetaraan gender, melalui karya dan pemikiran Kartini.
“Itulah dorongan saya menulis kumpulan surat Kartini terlengkap di dunia, yang mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri),” ujar Prof. Wardiman kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Ketua Umum Yayasan Puteri Indonesia ini menegaskan pentingnya memperkenalkan riwayat hidup Kartini kepada masyarakat.
Ia berharap buku ini menggugah aktivis, baik muda maupun tua, untuk memperjuangkan kesetaraan gender.
“Saya telah menggelar 32 acara serupa. Namun, kesadaran akan kesetaraan gender belum meluas," ujarnya.
"Saya berencana bekerja sama dengan kementerian terkait untuk meningkatkan kesadaran ini dan menyusun rencana aksi, meski detailnya belum saya putuskan,” ungkapnya. (jelasnya)
Editor : Ali Mustofa