REMBANG – Menjelang 1 Suro, ratusan keris pusaka milik anggota Kumpulan Jawa di Lasem, Rembang, mulai dijamas atau dibersihkan.
Namun yang paling mencuri perhatian adalah kemunculan dua keris raksasa, salah satunya bernama Naga Puspa, yang panjangnya mencapai 1,8 meter.
Prosesi penjamasan digelar Rabu (25/6) di Padepokan Kumpulan Jawa, Desa Gedongmulyo.
Baca Juga: Cabuli 5 Anak, Oknum Guru Ngaji di Rembang Dihukum 13 Tahun Penjara, Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa
Sejak pagi, para anggota berkumpul dengan pakaian serba hitam dan ikat kepala khas Jawa.
Ritual ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan spiritual dan budaya menyambut datangnya bulan Suro dalam penanggalan Jawa.
“Total ada sekitar 200 keris yang kami jamas kali ini, dari total koleksi anggota yang mencapai hampir 4.000 keris,” ujar Abdul Wahab, salah satu anggota Kumpulan Jawa.
Dua keris berukuran tidak biasa menjadi pusat perhatian. Salah satunya, Keris Naga Puspa, memiliki panjang sekitar 1,8 meter. Sementara satu lainnya sedikit lebih kecil, sekitar 1,6 meter.
Wahab menyebut, keris-keris raksasa ini ditemukan di kawasan Pegunungan Lasem dan diperkirakan dulunya berfungsi sebagai pajangan, entah di gapura atau di tempat empu membuat pusaka.
Meski ukurannya luar biasa, perawatan keris raksasa tak jauh berbeda dengan keris biasa. “Perawatannya dicuci seperti biasa.
Baca Juga: Kumpulan Jawa di Lasem Rembang Gelar Ruwatan Jelang 1 Suro, Ini Maknanya
Direndam dulu dengan air kelapa, sabun, air jeruk, atau mengkudu. Setelah itu dibersihkan, lalu di-warangi untuk memperkuat pamor dan mencegah korosi,” jelas Wahab.
Ia menambahkan, proses penjamasan tidak hanya dilakukan menjelang 1 Suro, tetapi bisa dilakukan kapan saja. Karena itu, pembersihan seluruh koleksi akan dilakukan secara bertahap.
“Tidak semua langsung dijamas hari ini. Prosesnya berkelanjutan,” imbuhnya.
Selain penjamasan keris, Kumpulan Jawa juga menggelar rangkaian acara lain, seperti ruwatan, warangan keris, hingga pertunjukan wayang kulit sebagai bagian dari tradisi menyambut Tahun Baru Jawa. (Vachri Rinaldy)
Editor : Mahendra Aditya