Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

SPMB Rembang Masih Manual, BBPMP dan Inspektorat Turun Langsung ke Sekolah

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 25 Juni 2025 | 00:18 WIB
MONITOR: Dindikpora, BBPMP, Inspektorat turun monitoring SPMB di SD dan SMP.
MONITOR: Dindikpora, BBPMP, Inspektorat turun monitoring SPMB di SD dan SMP.

REMBANG – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang bersama Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah serta Inspektorat turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memantau pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), Senin (23/6).

Sebanyak empat sekolah ditinjau dalam monitoring tersebut, yakni SDN 2 Leteh Rembang, SDN Kabongan Kidul Rembang, SMPN 2 Rembang, dan SMPN 1 Lasem.

“Dindikpora dan BBPMP menjalankan fungsi pengendalian, sedangkan Inspektorat melakukan review,” jelas Isti Choma Wati, Penanggung Jawab (PIC) SPMB Kabupaten Rembang yang juga menjabat sebagai Kabid Pembinaan SD.

Baca Juga: SK PPPK Rembang Cair 1 Juli! Tapi Bisakah Semua Lulusannya Diangkat? Ini Kata DPRD dan Ancaman Fiskal Daerah!

Ia memastikan bahwa keempat sekolah sudah mengikuti petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan, mulai dari jalur zonasi, prestasi, afirmasi, hingga mutasi.

Monitoring ini juga dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan.

Menurut Isti, karena tahun ini merupakan pertama kalinya Rembang menerapkan skema SPMB secara struktural, sejumlah sekolah masih dalam tahap adaptasi.

“Kami juga menerima masukan dan pertanyaan dari masyarakat. Silakan akses informasi melalui website masing-masing sekolah, atau datang langsung. Dindikpora juga menyediakan layanan pengaduan jika ada kendala,” imbuhnya.

Hanya Rembang yang Masih Manual, Target Tahun Depan Sudah Online

Menariknya, dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah, hanya Kabupaten Rembang yang tahun ini masih menjalankan SPMB secara manual atau offline.

Hal ini menjadi catatan penting dalam evaluasi pelaksanaan seleksi murid baru.

“Dengan sistem manual, potensi kerawanan lebih besar dibanding sistem online,” tegas Isti.

Ia menjelaskan bahwa sistem online jauh lebih efisien. Semua prosedur sudah tersedia dalam aplikasi, mulai dari pengisian data hingga pengiriman berkas.

Sebaliknya, sistem manual membutuhkan pengawasan ekstra karena harus dilakukan langsung di lokasi.

“Kalau online, calon siswa tinggal tekan, isi, kirim. Sistem sudah merekam. Pemantauan pun lebih mudah, tidak harus hadir langsung di sekolah,” tambahnya.

Sekolah Sudah Siap, Masyarakat Sudah Mulai Paham

Meski masih menggunakan sistem manual, hasil monitoring menunjukkan bahwa sejumlah sekolah telah menerapkan mekanisme SPMB dengan baik.

Contohnya di SMPN 2 Rembang dan SMPN 1 Lasem, informasi telah disusun dengan jelas dan dipasang di tempat strategis.

“Timeline pendaftaran sudah ditempel, jalur pendaftaran tersedia lengkap, persyaratan juga jelas. Masyarakat tinggal membaca tanpa perlu banyak bertanya,” kata Isti.

Baca Juga: 944 Pertek Sudah Terbit! Proses NIP PPPK Rembang Dikebut, Target Rampung Sebelum Juli

Penilaian juga dilakukan terhadap jalur prestasi, di mana skor dan nilai calon peserta sudah dihitung sesuai juknis.

Isti menegaskan, pihaknya tetap akan melakukan pendampingan, pengawasan, dan pemantauan ketat agar SPMB tahun depan bisa berjalan lebih baik dan transparan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk ikut mendukung kebijakan nasional di bidang pendidikan.

“Kami berharap masyarakat memahami bahwa semua ini merupakan kebijakan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Pemerintah daerah hanya menjalankan aturan yang sudah ditetapkan pusat,” pungkasnya. (Wisnu Aji)

Editor : Mahendra Aditya
#SPMB rembang #rembang #spmb #SPMB 2025