REMBANG – Hari pertama pembukaan pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP di Kabupaten Rembang langsung disambut antusias.
Tiga sekolah negeri favorit, yakni SMPN 1 Rembang, SMPN 2 Rembang, dan SMPN 1 Lasem, dibanjiri pendaftar hingga melebihi kuota yang tersedia.
Penanggung Jawab SPMB Kabupaten Rembang, Isti Choma Wati, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang, turun langsung ke lapangan kemarin untuk memantau pelaksanaan seleksi di sekolah-sekolah besar tersebut.
“SMPN 2 Rembang hari ini menerima lebih dari 300 pendaftar, padahal kuota yang disediakan hanya 288 siswa,” ungkap Isti kepada Radar Kudus, usai melakukan kunjungan.
Menurutnya, sekolah-sekolah tersebut masih dianggap favorit oleh masyarakat meskipun secara resmi tidak lagi ada istilah sekolah unggulan. Penilaian publik tetap mengacu pada prestasi dan daya tampung siswa.
Baca Juga: BKD Rembang Pastikan SK PPPK Diserahkan Serentak, Ini Jadwal Pengangkatannya
Pantauan Langsung di Tiga Sekolah Besar
Isti melakukan pemantauan di SMPN 2 Rembang, SMPN 1 Lasem, dan SMPN 1 Rembang.
Tiga sekolah ini dipilih sebagai sampel karena dianggap memiliki jumlah siswa terbanyak dan pencapaian akademik yang menonjol.
Di SMPN 1 Lasem, proses pendaftaran berjalan tertib. Orang tua dan calon siswa dikumpulkan di aula terlebih dahulu untuk menerima pengarahan dari Kepala Sekolah, Estu.
Penjelasan meliputi empat jalur penerimaan: zonasi domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. Setelahnya, pendaftar diarahkan ke meja-meja sesuai jalur masing-masing.
“Pendaftaran dibagi berdasarkan jalur untuk mempercepat proses. Sekolah juga memberi pendampingan maksimal kepada orang tua dan siswa sebagai bentuk pelayanan,” ujar Isti.
Hal serupa juga terjadi di SMPN 1 Rembang. Selain pendaftar membludak, sekolah ini juga membuka Kelas Khusus Olahraga (KKO) dengan total sembilan rombongan belajar (rombel).
Panitia juga membagi ruangan pendaftaran berdasarkan domisili, terutama bagi siswa dari Desa Waru dan Kelurahan Magersari yang jumlahnya lebih banyak.
Tanggapan Soal Syarat Prestasi dan Piagam Tahfiz
Terkait pertanyaan dari masyarakat mengenai piagam tahfiz yang tidak diakomodasi dalam jalur prestasi, Isti menjelaskan bahwa seleksi prestasi hanya berlaku untuk kejuaraan berjenjang.
“Hanya prestasi yang berjenjang dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional, hingga internasional yang dapat digunakan dalam jalur prestasi. Ini mengikuti regulasi dari pusat,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa proses SPMB untuk jenjang PAUD, SD, hingga SMP baik negeri maupun swasta di Rembang dilaksanakan serentak dan dipantau ketat. Selama kunjungan, tidak ditemukan kendala berarti di lapangan.
“Jika ada kepala sekolah yang ingin berkonsultasi, tetap saya layani meskipun saya sedang di perjalanan,” pungkasnya. (Wisnu Aji)
Editor : Mahendra Aditya